“Apabila kebutuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan tidak terpenuhi, maka risiko terjadinya stunting, gangguan perkembangan otak, penurunan daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit di kemudian hari akan semakin besar. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian utama sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” jelas dr. Meylisa.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK ~Kota Makassar~ Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. ~Suri~ Sri Suro Adhawati menyampaikan materi mengenai Gerakan B2SA sebagai pedoman dalam memilih dan mengonsumsi makanan agar keluarga tetap sehat, tumbuh optimal, dan terhindar dari berbagai penyakit.
Ia menjelaskan bahwa konsep B2SA mencakup empat prinsip utama, yakni beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Konsep tersebut mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengutamakan kecukupan pangan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Prof. Sri Suro juga memberikan berbagai contoh menu makanan sehat berbasis pangan lokal serta mengajak seluruh kader TP PKK Kota Makassar untuk menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola konsumsi B2SA di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Baca Juga : TP PKK Makassar Latih Kader Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga, TP PKK Kota Makassar juga menyerahkan bantuan bahan pokok makanan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, sekaligus menjadi upaya mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Makassar. (*)


Komentar