Pengelola TPS3R, Maryanto mengatakan, program ini sangat membantu mengatasi persoalan sampah di wilayah kami. Sampah plastik yang dulu banyak menyumbat saluran air kini teratasi, sementara pengumpulan sampah organik meningkatkan partisipasi ibu-ibu sekaligus kesehatan keluarga melalui sumber protein tambahan.
Dirinya menambahkan bahwa Desa Bulurejo yang dahulu dikenal sebagai desa kumuh kini menjadi lebih bersih dan kerap dikunjungi berbagai pihak yang ingin belajar pengelolaan sampah.
Sementara itu, Widodo, S.P., M.Si., dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, menilai program ini turut mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.
“Program ini sangat baik karena membantu mengolah sampah yang selama ini dibuang ke TPA Banyuurip. Daun dan ranting dimanfaatkan menjadi bahan bakar gasifikasi. Pola seperti ini kami harapkan dapat direplikasi di lokasi lain,” ujarnya.
Baca Juga : Unhas dan Pemkab Bone Bersinergi Wujudkan Tata Kelola Irigasi Berkelanjutan
Program ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dengan tahun pendanaan 2026, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ke depan, tim menargetkan penuntasan instalasi pengolahan air limbah, peningkatan kapasitas produksi paving, penguatan kelembagaan bank sampah, serta replikasi model ke wilayah sekitar agar manfaatnya semakin luas. (*)


Komentar