UIN Alauddin Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Tekankan Kontribusi

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Kampus II Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (29/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum penguatan tradisi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketiga akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ulfiani Rahman, S.Ag., M.Si., dalam bidang Psikologi Pendidikan Agama Islam; Prof. Dr. Rahma Amir, M.Ag., dalam bidang Fikih Hadhanah; serta Prof. Dr. H. Abdul Rahman Hi. Abdul Qayum, M.Ag., dalam bidang Hadis Ahkam.

Prosesi pengukuhan dihadiri pimpinan universitas, anggota senat, dosen, mahasiswa, keluarga guru besar, dan tamu undangan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., serta Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, S.E., M.A.P., turut disebut dalam sambutan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.

baca juga : Bedah Buku di UIN Alauddin, Dr. Ilham Hamid Dorong Bimbingan Islam Berbasis Nilai Qurani

Ketiga guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya. Ulfiani Rahman membawakan tema “Merawat Jiwa Membangun Peradaban”, sementara Rahma Amir menyampaikan orasi “Hadana Berbasis Hak Anak, Dekonstruksi Paradigma Fikih Keluarga Kontemporer”.

Dalam orasinya, Rahma Amir menegaskan bahwa pengasuhan anak tidak semata-mata menyangkut siapa yang paling berhak, tetapi juga siapa yang mampu menjamin keselamatan, kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan anak.

“Pertanyaan kita tidak cukup berhenti pada siapa yang paling berhak mengasuh anak. Kita juga harus bertanya, siapakah yang paling mampu menjamin keselamatan, kesejahteraan, pendidikan dan masa depan anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Hamdan Juhannis menegaskan bahwa gelar dan jabatan akademik harus diiringi kontribusi nyata. Menurutnya, nilai seseorang tidak hanya terletak pada kedudukan, tetapi juga pada manfaat yang diberikan kepada sesama.

baca juga : IKA FKIK UIN Alauddin Desak Transparansi Rekrutmen RS UIN, Tagih Realisasi Komitmen Pemberdayaan Alumni

“Dihormati itu karena posisi, dibutuhkan itu karena kontribusi,” tegas Hamdan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan mengelola perhatian agar sivitas akademika tetap fokus pada tujuan pendidikan dan pengembangan diri. Ilmu pengetahuan, kata dia, semestinya tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi harus diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengukuhan tiga guru besar ini diharapkan semakin memperkuat budaya akademik UIN Alauddin Makassar sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. (dhia paramitha ramadhani)

Komentar