Wabup Pastikan Petani Enrekang Kini Terlindungi Asuransi Gagal Panen

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam memperkuat perlindungan bagi petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini memberikan jaminan ganti rugi bagi petani yang mengalami gagal panen atau puso.

Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang, mengungkapkan bahwa pada 2025 Pemkab Enrekang menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang membiayai 100 persen premi asuransi gagal panen padi melalui APBD.

Berkat komitmen tersebut, pada 2026 pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengambil peran lebih besar dengan menanggung 80 persen biaya premi asuransi.

Baca Juga : Bayar Tagihan Air Kini Lebih Mudah, PDAM Enrekang Gandeng BNI Hadirkan Layanan Digital

“Program asuransi gagal panen padi ini berawal dari Kabupaten Enrekang. Kini kami bersyukur mendapat dukungan dari pemerintah pusat sehingga perlindungan bagi petani semakin kuat,” ujar Andi Tenri Liwang, Sabtu (4/7/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas perhatian yang diberikan kepada petani di Enrekang.

Melalui program AUTP, petani yang mengalami gagal panen dapat memperoleh klaim ganti rugi sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.

Selain memperkuat perlindungan petani, Pemkab Enrekang terus mendorong peningkatan produksi pangan.

Baca Juga : Jumat Bersih, Disdik Enrekang Perkuat Budaya Gotong Royong dan Disiplin

Salah satunya melalui pengembangan lahan persawahan baru di sejumlah kecamatan potensial seperti Curio, Bungin, Baraka, Cendana, dan Enrekang, serta peningkatan produktivitas di wilayah Maiwa, Anggeraja, dan Malua.

Kabupaten Enrekang sendiri dikenal sebagai salah satu sentra padi lokal aromatik di Sulawesi Selatan, termasuk penghasil beras ketan Pulu Mandoti yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.

Dengan dukungan program asuransi dari pemerintah pusat, Pemkab Enrekang berharap kesejahteraan petani semakin meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (*)

Komentar