MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengawal serta memfasilitasi pelaksanaan malam takbiran di wilayah masing-masing agar berlangsung aman dan tertib.
Instruksi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap perayaan takbiran yang tetap mengedepankan nilai religius, kebersamaan, serta ketertiban umum.
“Takbiran tetap dilaksanakan. Saya minta camat dan lurah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan malam takbiran berjalan aman dan tertib,” ujar Munafri, Rabu (18/3/2026).
Munafri—yang akrab disapa Appi—menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat menggelar takbiran.
Baca Juga : Tarawih di Masjid Raya, Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Boleh, Konvoi dan Petasan Dilarang
Namun, ada sejumlah hal yang dilarang, seperti konvoi kendaraan di jalan raya, penggunaan petasan atau mercon, serta knalpot bising yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Menurutnya, pelaksanaan takbiran akan difokuskan di lingkungan masing-masing melalui koordinasi tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW. Warga diimbau untuk menggelar takbiran secara terorganisir di wilayahnya.
“Silakan siapkan dengan baik melalui kecamatan dan kelurahan bersama RT/RW. Laksanakan takbir bersama masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Ia menilai, langkah tersebut penting untuk menjaga tradisi malam takbiran yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Makassar, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Baca Juga : Siap Jadi Tuan Rumah IGS 2026, Wali Kota Makassar Genjot Sinergi Sambut Delegasi 31 Negara OKI
Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa takbiran bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan perayaan berlangsung khidmat, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
Untuk mendukung hal tersebut, camat dan lurah diminta bersinergi dengan aparat keamanan dalam melakukan pengawasan di wilayah masing-masing, guna mencegah potensi gangguan selama malam takbiran.
“Kita berharap masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran dan Idulfitri 2026 dengan penuh suka cita, tanpa mengabaikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama,” tutupnya. (*)

