Wali Kota Makassar Tawarkan Smart Greenhouse dan Cold Storage dalam Pembahasan RUU Pangan Nasional

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan sejumlah strategi ketahanan pangan perkotaan saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan tersebut bertujuan menyerap aspirasi pemerintah daerah, petani, nelayan, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan regulasi pangan nasional.

Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan infrastruktur pertanian, peningkatan kesejahteraan petani hingga kekhawatiran terhadap alih fungsi lahan pertanian.

Menanggapi hal itu, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian yang tersisa melalui penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Makassar.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Apresiasi Dukungan PIP Makassar dalam Percepatan Proyek Stadion Untia

Menurutnya, setelah RDTR rampung, seluruh lahan pertanian aktif di Kota Makassar akan dipertahankan dan tidak diperkenankan beralih fungsi menjadi kawasan ekonomi maupun permukiman.

“Insya Allah bulan depan RDTR Kota Makassar selesai. Seluruh lahan pertanian yang ada saat ini akan dipertahankan dan tidak boleh dikonversi menjadi kawasan ekonomi,” tegas Munafri.

Ia menjelaskan, luas lahan pertanian Kota Makassar saat ini kurang dari 1.500 hektare. Kondisi tersebut membuat kota metropolitan seperti Makassar membutuhkan pendekatan berbeda dalam membangun sistem ketahanan pangan.

Karena itu, Munafri mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan dukungan teknologi pertanian modern bagi daerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembangunan smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Siapkan Formula Baru TPP ASN dan Gaji PJLP, Libatkan LAN RI

Menurutnya, teknologi tersebut mampu mengendalikan berbagai faktor lingkungan secara otomatis sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

“Kami tidak memiliki lahan pertanian yang luas. Karena itu dibutuhkan teknologi yang mampu memaksimalkan hasil produksi. Greenhouse berbasis IoT menjadi salah satu solusi yang sangat relevan untuk kota seperti Makassar,” ujarnya.

Selain penguatan sektor produksi, Munafri juga menyoroti pentingnya infrastruktur penyimpanan pangan di wilayah perkotaan. Ia mengusulkan pembangunan gudang penyimpanan dan cold storage sebagai cadangan pangan untuk menjaga stabilitas pasokan serta meminimalkan risiko kerusakan komoditas.

“Kota konsumtif seperti Makassar membutuhkan fasilitas penyimpanan yang memadai agar pasokan pangan tetap terjaga dan harga lebih stabil,” katanya.

Komentar