Wali Kota Makassar Tawarkan Smart Greenhouse dan Cold Storage dalam Pembahasan RUU Pangan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut mengusulkan pengembangan tanaman sagu di sepanjang bantaran sungai Kota Makassar. Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, sagu dinilai memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif dan cadangan pangan jangka panjang.

Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kerja sama dengan daerah-daerah penyangga produksi pangan guna memastikan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kolaborasi dengan daerah penghasil menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga pangan lebih terkendali,” tambahnya.

Baca Juga ; Baznas RI Seleksi 10 Besar Kandidat Pimpinan Baznas Makassar, Integritas Jadi Penilaian Utama

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan bahwa penyusunan RUU Pangan harus mampu menjawab berbagai tantangan masa depan, termasuk dampak perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, serta berkurangnya lahan pertanian produktif.

Menurutnya, masukan dari pemerintah daerah dan pelaku sektor pangan menjadi bagian penting dalam penyusunan regulasi yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga : Viral di Medsos, Pemkot Makassar Kerahkan BPBD dan PU Bersihkan Kanal Bara Baraya

“Kami ingin memastikan kebijakan pangan nasional yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan daerah serta mampu menjawab tantangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan ke depan,” ujar Ahmad Yohan.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya membangun sistem ketahanan pangan yang adaptif, modern, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, perlindungan lahan pertanian, serta penguatan kolaborasi dengan daerah penyangga pangan. (*)

Komentar