Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Menuju Zero Waste 2029 di ASCC Yokohama, Jepang

Materi paparan tersebut menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian peserta konferensi, terutama karena Makassar sebagai kota besar pesisir menghadapi persoalan lingkungan yang kompleks sekaligus memiliki potensi kolaborasi internasional dalam isu lingkungan.

Lebih lanjut, Appi juga menampilkan data terbaru produksi sampah di Kota Makassar yang mencapai hampir 1.000 ton per hari.

Seluruh timbunan sampah, selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga membutuhkan sistem manajemen yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Karena itu, Ketua IKA FH Unhas itu menegaskan target besar yang sedang dikejar Pemkot Makassar, yakni Makassar Zero Waste 2029.

“Kami berharap target kami di tahun 2029 bisa ‘Makassar Zero Waste’ menjadi kenyataan,” harap politisi Golkar ini.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Kota, Makassar Tembus Forum Internasional ASCC 2025

Dalam paparannya, ia menjelaskan tiga pendekatan utama yang saat ini diterapkan dalam pengelolaan sampah di Makassar.

Inilah yang dilakukan, dan diterapkan di Makassar. Dalam implementasi kata dia, membaginya menjadi tiga bagian dalam menangani sampah.

“Dengan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), kemudian dengan area pembuangan (dumping area),” terang Munafri, sembari menunjukkan skema sistem pengelolaan sampah melalui tayangan presentasi.

Pada kesmepatan ini, Wali Kota Makassar bertemu Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hadir mendampingi Wali Kota Munafri dalam forum internasional ini. Kadis Kominfo, Dr. Muh Roem, Kadis LH Dr. Helmy Budiman, Kadis PU Zuhaelsi Zubir, Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra. (*)