BARRU, KORANMAKASSAR.COM — Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Barru, Multazam, menyayangkan pihak yang mengklaim tempat pemakaman yang berada di sekitar objek wisata Lasonrai Beach.
Konflik ini menimbulkan reaksi warga Dusun Ujunge, Desa Batu Puteh, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang akhirnya menutup akses jalan satu-satunya menuju lokasi pemakaman dan Lasonrai Beach.
“Lokasi pemakaman tersebut sudah lama digunakan warga secara turun-temurun. Warga mencurigai jika ada upaya untuk perluasan area parkir Lasonrai Beach di sebelah pemakaman”, ungkap Multazam, Sabtu (26/7/25).
Upaya mediasi telah dilaksanakan oleh Kepala Desa dengan menghadirkan pengacara pihak yang mengklaim lokasi pemakaman, pihak pengelola Lasonrai Beach, bersama unsur Tripika Kecamatan, tetapi belum membuahkan hasil.
Multazam menyarankan sebaiknya dibangun kembali komunikasi antara pihak yang mengklaim lokasi pemakaman, tokoh masyarakat Dusun Ujunge, dan pemilik Lasonrai Beach.
Baca Juga : Bupati Barru Harap Koperasi Merah Putih Menjadi Wadah yang Membawa Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Ia meminta Bupati untuk turun langsung memediasi konflik tersebut. Multazam juga berharap semua pihak yang sedang berkonflik agar sama-sama menahan diri dan tidak perlu mengeluarkan statemen yang memperkeruh suasana.
Ketua PMII Barru juga mengusulkan pola kemitraan antara pengelola Lasonrai Beach dengan pemerintah Desa Batu Puteh dan warga setempat jika konflik itu sudah reda.
Ia berharap jika hal itu dilakukan dengan baik, bukan tidak mungkin konflik bisa diredam dari awal. (FL/IL)

