Jusuf Kalla Tekankan Peran Universitas dalam Hadapi Tantangan Ekonomi dan Teknologi dengan Inovasi dan Kreatifitas

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya peran universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berakhlak, serta mampu menguasai teknologi untuk menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan global.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-28 Universitas Paramadina, di Kampus Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 28 tahun Universitas Paramadina yang dinilainya sebagai hasil dari perjuangan panjang para pendiri dan civitas akademika.

Ia mengibaratkan Paramadina seperti seseorang yang setelah lama “hidup kos-kosan”, akhirnya memiliki rumah sendiri sebagai simbol kematangan institusi.

“Suatu negara hanya bisa maju dengan kemampuan manusianya. Sumber daya alam saja tidak cukup tanpa sumber daya manusia yang baik, berakhlak, dan berpikir maju,” ujar Jusuf Kalla.

Ia mengingatkan bahwa Universitas Paramadina didirikan pada 1997, periode yang berdekatan dengan krisis ekonomi nasional 1998.

Menurutnya, kondisi ekonomi global dan nasional saat ini memiliki kemiripan, sehingga menuntut kewaspadaan dan kebijakan yang tepat agar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

baca juga : Jusuf Kalla Tekankan Peran Masjid Jaga Lingkungan dan Kesejahteraan Umat

Jusuf Kalla juga menyoroti peran perguruan tinggi sebagai pusat pemikiran kritis dan intelektual. Ia menilai universitas tidak cukup hanya mencetak lulusan bergelar, tetapi harus melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan solutif terhadap persoalan bangsa.

“Kalau kita hanya mengejar gelar, itu tidak cukup. Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang kreatif dan inovatif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa depan dunia akan sangat ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, termasuk perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi yang tidak diiringi kebijakan dan pemahaman yang baik justru dapat menjadi ancaman.