Mahasiswa Unhas Bantu Pendataan Pengembangan Kopi di KPH Ajatappareng

BARRU, KORANMAKASSAR.COM – Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tengah menjalani program magang di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ajatappareng turut mendukung pengembangan komoditas kopi melalui kegiatan pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) di sejumlah kelompok tani.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor perkebunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kopi.

Pendataan dilakukan secara langsung di lapangan dengan mengunjungi kelompok tani yang menjadi sasaran program.

Baca Juga : Mahasiswa Agroteknologi UNIMEN Hijaukan Hutan Pinus Pasongken, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Lingkungan

Bersama pendamping, mahasiswa melakukan verifikasi data petani dan lokasi, mengidentifikasi kondisi lahan, kepemilikan, pemanfaatan lahan, serta potensi pengembangan tanaman kopi di setiap wilayah.

Selain mengumpulkan data, mahasiswa juga berdialog dengan para petani untuk mengetahui kondisi usaha tani yang dijalankan, berbagai kendala yang dihadapi, serta harapan mereka terhadap program pengembangan kopi yang akan direalisasikan.

Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil mendata sebanyak 20 kelompok tani yang tersebar di wilayah kerja KPH Ajatappareng. Data tersebut akan menjadi bahan pendukung dalam proses verifikasi dan penetapan penerima program pengembangan kopi.

Tak hanya menghasilkan data yang akurat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat dan potensi pengembangan sektor perkebunan di tingkat akar rumput.

Melalui interaksi langsung dengan kelompok tani, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses pendampingan masyarakat dan implementasi program pembangunan berbasis kehutanan.

Baca Juga : Mahasiswa GAM Soroti Nilai Tukar Rupiah hingga Penolakan Kenaikan Harga Pertamax

KPH Ajatappareng menyambut positif keterlibatan mahasiswa dalam pendataan CPCL karena dinilai membantu proses identifikasi calon penerima program sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Penguat Kompetensi (MKPK), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.

Melalui pendataan ini, diharapkan program pengembangan kopi dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kelompok tani, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. (*)

Komentar