Wakil Wali Kota Makassar Pelajari Teknologi Sampah Modern di Denpasar

DENPASAR, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah berbasis inovasi.

Dalam kunjungan tersebut, Aliyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman. Keduanya memperoleh pemaparan langsung dari Direktur PT Enviro Mas Sejahtera, Agung Ngurah Panji Astika, mengenai teknologi SOMYA Digester, sebuah sistem ramah lingkungan yang mampu mengolah sampah organik secara cepat, efisien, dan berkelanjutan.

Aliyah mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan besar yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan komitmen bersama.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Promosikan Potensi Makassar di Indonesia City Expo APEKSI 2026

Karena itu, Pemkot Makassar terus membuka ruang untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah sebagai referensi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Makassar.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mencari solusi terbaik. Berbagai inovasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (5/7/26).

Sementara itu, Helmy Budiman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan mendesak mengingat sekitar 56 hingga 60 persen timbulan sampah di Makassar merupakan sampah organik.

Menurutnya, kondisi persampahan di Makassar saat ini memerlukan langkah percepatan melalui penerapan teknologi yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus mempercepat proses pengolahannya.

“Persoalan sampah sudah menjadi perhatian serius. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah di Makassar,” kata Helmy.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Makassar saat ini masih berproses meninggalkan sistem open dumping.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan penghentian sistem tersebut sehingga ke depan TPA hanya menerima sampah residu, sedangkan sampah organik diolah sejak dari sumber melalui sistem pemilahan dan teknologi yang lebih modern.

Di sisi lain, Direktur PT Enviro Mas Sejahtera, Agung Ngurah Panji Astika, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Wakil Wali Kota Makassar Perkuat Komitmen Sinergi Pemkot dan Polri

Ia berharap teknologi SOMYA Digester dapat menjadi solusi bagi berbagai daerah di Indonesia dalam menghadapi persoalan sampah.

Agung menjelaskan, teknologi tersebut mampu mengolah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu 4 hingga 8 jam, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.

Selain itu, teknologi ini mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen tanpa proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan emisi karbon maupun gas penyebab bau.

Menurutnya, SOMYA Digester juga dilengkapi sistem Human Machine Interface (HMI) berbasis layar sentuh, mudah dioperasikan, tidak membutuhkan lahan luas, dan dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah seperti hotel, restoran, rumah sakit, kawasan komersial, maupun fasilitas publik lainnya.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperkuat kerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus mengadopsi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah sebagai bagian dari percepatan transformasi pengelolaan sampah menuju Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Komentar