MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperkuat inovasi SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi tentang Aman Bencana) sebagai upaya menanamkan budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini.
Program yang juga dipersiapkan mengikuti penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 ini menjadi salah satu fokus dalam Forum Riset dan Inovasi Daerah yang digelar BRIDA Kota Makassar.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan SALAMA mengubah pendekatan penanggulangan bencana dari yang semula berorientasi pada penanganan pascabencana menjadi pencegahan melalui edukasi kepada anak-anak.
Baca Juga : Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Kandea dan Dorong Pembentukan Komunitas Peduli Kanal
“Hingga pertengahan 2026, SALAMA telah menjangkau 18.090 anak di Kota Makassar. Target kami tahun ini program ini dapat diterapkan di 100 sekolah,” ujarnya.
Saat ini SALAMA telah berjalan di 30 sekolah yang tersebar di tujuh kecamatan rawan bencana. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, anak-anak dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana, simulasi penyelamatan diri, pengenalan alat keselamatan, permainan edukatif, hingga penguatan mental melalui metode Hypno-Shield.
Menurut Fadli, sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun karakter generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Baca Juga : Viral di Medsos, Pemkot Makassar Kerahkan BPBD dan PU Bersihkan Kanal Bara Baraya
Karena itu, BPBD akan terus memperluas implementasi program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak anak dan keluarga di Kota Makassar.
Sementara itu, Tim Inovasi SALAMA, Nurmadia Syam, mengatakan pendampingan dari BRIDA difokuskan pada penguatan substansi program dan penyusunan bukti dukung (evidence) yang menunjukkan dampak nyata inovasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak menghadapi bencana.
BPBD Makassar optimistis SALAMA mampu menjadi salah satu inovasi unggulan pada IGA 2026 sekaligus menjadi model edukasi kebencanaan berbasis anak yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (*)


Komentar