Pendekatan Humanis, 20 Lapak Telkomas Dibongkar Mandiri

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Penataan kawasan di Kompleks Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, berjalan aman dan tertib setelah sekitar 20 lapak yang berdiri di atas fasilitas umum dibongkar secara mandiri oleh para pemiliknya.

Pemerintah Kecamatan Biringkanaya bersama Kelurahan Berua melakukan pembersihan bekas lapak di sepanjang jalan masuk Kompleks Telkomas, Senin (6/7/2026).

Penataan tersebut dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis tanpa menimbulkan gesekan dengan masyarakat.

Camat Biringkanaya, Maharuddin, mengatakan pihaknya mengedepankan dialog, edukasi, dan komunikasi sebelum melakukan penataan.

Baca Juga : Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, Pedagang Bongkar Mandiri Lapak Pasar Tumpah Manggala Makassar

Para pedagang diberikan kesempatan untuk membongkar sendiri lapaknya setelah memahami tujuan pemerintah mengembalikan fungsi fasilitas umum.

“Kami mengutamakan pendekatan humanis. Alhamdulillah masyarakat sangat kooperatif sehingga proses berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian lapak tersebut telah berdiri selama puluhan tahun. Namun, melalui komunikasi yang baik, para pemilik lapak bersedia melakukan pembongkaran mandiri demi menciptakan kawasan yang lebih tertata.

Lurah Berua, Andi Surianti, menambahkan keberhasilan penataan tersebut merupakan hasil dari komunikasi intensif antara pemerintah dan masyarakat.

“Lapak yang sudah berdiri sekitar 30 tahun akhirnya dibongkar sendiri oleh pemiliknya setelah dilakukan pendekatan secara persuasif,” katanya.

Baca Juga : Pendekatan Humanis Berhasil, 19 Pedagang Kelapa Bongkar Lapak Secara Mandiri

Ia berharap penataan kawasan Telkomas dapat mengembalikan fungsi fasilitas umum, memperlancar akses masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

Pemerintah Kecamatan Biringkanaya memastikan penataan serupa akan terus dilakukan secara bertahap terhadap pemanfaatan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukannya, dengan tetap mengedepankan pendekatan dialog dan kepentingan masyarakat. (*)

Komentar