Bangkit dari Rugi, Perumda Pasar Makassar Raya Kembali Jadi Penyumbang PAD

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mencatatkan kebangkitan kinerja signifikan di bawah kepemimpinan direksi baru yang belum genap satu tahun menjabat.

Perusahaan daerah pengelola pasar tradisional ini berhasil menyetor dividen sebesar Rp1,3 miliar kepada Pemerintah Kota Makassar, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembenahan menyeluruh, mulai dari penataan pedagang, perbaikan tata kelola retribusi, digitalisasi sistem pembayaran, hingga evaluasi sumber daya manusia.

“Ini bukan sekadar soal laba, tapi kontribusi nyata kepada pemerintah kota. Tahun sebelumnya dividen hanya sekitar Rp750 juta, sekarang meningkat signifikan,” ujar Ali Gauli, Senin (5/1/2026), didampingi Direktur Operasional Rusli Patara.

Baca Juga : Kuasa Hukum Pengelola Pasar Butung Nilai Rakor Kejati–Pemkot Makassar Prematur dan Berpotensi Abuse of Power

Ia menjelaskan, sebelum direksi baru masuk, Perumda Pasar Makassar Raya mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut.

Bahkan hingga April 2025, kondisi keuangan perusahaan masih negatif. Namun melalui penguatan manajemen, pengendalian kebocoran pendapatan, serta penerapan sistem retribusi berbasis digital dan barcode, kinerja perusahaan berangsur membaik.

Saat ini Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan PKL. Penarikan retribusi dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda), khususnya terhadap aktivitas jual beli yang memanfaatkan fasilitas milik pemerintah.

“Penarikan retribusi bukan berarti membenarkan pedagang berjualan di lokasi terlarang. Ini murni kewenangan pengelolaan fasilitas negara,” tegas Ali Gauli.

Baca Juga : Pemkot Makassar All-Out Bersihkan Pasar Terong, Wali Kota Tekankan Tanggung Jawab Bersama soal Sampah

Selain pembenahan sistem, Perumda Pasar juga melakukan penataan internal, termasuk efisiensi jumlah pegawai yang turun dari 511 menjadi 377 orang, serta pendekatan humanis kepada pedagang melalui kegiatan rutin seperti kerja bakti pasar setiap Jumat.

Ali Gauli optimistis tahun 2026 menjadi tahun fundamental bagi Perumda Pasar Makassar Raya.

“Jika 2026 berjalan baik, insya Allah pendapatan perusahaan akan semakin kuat dan berkelanjutan secara bisnis,” pungkasnya. (*)