MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Komitmen menghadirkan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman terus diperkuat melalui kolaborasi lintas wilayah.
Camat Bontoala, Fataullah, AP., M.Si., bersama para lurah melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Perumda Pasar Makassar untuk membahas penataan pasar di Kecamatan Bontoala agar lebih rapi, indah, dan ramah bagi pedagang maupun pengunjung.
Dalam pertemuan tersebut, Camat Bontoala menegaskan pentingnya komunikasi yang intens antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan pihak Perumda Pasar.
Menurutnya, pasar bukan sekadar pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang publik yang harus dikelola secara profesional demi menciptakan kenyamanan bersama.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, Camat Mariso dan Perumda Pasar Makassar Bahas Penataan Pedagang Humanis
Selain penataan pedagang, persoalan pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Fataullah mengungkapkan adanya keluhan terkait tingginya volume sampah di sejumlah titik pasar.
Dari hasil diskusi, diketahui sebagian pedagang telah terakomodasi dalam skema retribusi yang mencakup layanan pengangkutan sampah oleh Perumda Pasar.
Namun, masih terdapat pedagang di luar area retribusi yang belum masuk dalam sistem pembayaran.
“Ke depan akan dilakukan pendataan oleh lurah terhadap pedagang yang belum masuk retribusi. Kolaborasi ini penting agar pengelolaan sampah berjalan adil dan berkelanjutan. Tidak tepat jika ingin sampahnya diangkut tetapi tidak berkontribusi melalui retribusi,” tegasnya, Kamis (12/2/26).
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi terbangunnya komunikasi yang konstruktif.
Ia menilai dialog rutin menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pasar, mulai dari penataan, kebersihan, hingga ketertiban ruang publik.
Baca Juga : Perumda Pasar Makassar Raya Siap Jadi Garda Pasok Program Makan Bergizi Gratis
“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menjaga pasar tetap tertib dan nyaman sebagai ruang publik yang sehat dan manusiawi. Perumda Pasar siap berkolaborasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk memperbaiki tata kelola pasar,” ujarnya.
Pertemuan ini turut dihadiri Lurah Tompo Balang Muh Darmawansyah, Lurah Wajo Baru Andi Asma, Lurah Layang Ahdar Natsir, dan Lurah Parang Layang Sri Nurlaela.
Keempat kelurahan tersebut menaungi dua pasar utama di wilayah itu, yakni Pasar Terong dan Pasar Cidu.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, diharapkan penataan pasar dan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih tertib dan berkeadilan, sehingga pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang sehat, nyaman, serta membanggakan bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

