“Karena apa yang dilakukan pihak pihak yang bertikai sudah melampaui batas kemanusiaan: membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua. Perbuatan yang jelas melanggar nilai-nilai cinta kasih. Artinya, Pak JK justru meluruskan pemahaman keliru ini,” tegas Husain.
Lebih lanjut Husain menyebutkan: atas kritik keras JK terhadap klaim “syahid atau Martir” dalam konflik Poso-Ambon sehingga kedua pihak yang larut dalam konflik bernuansa SARA bersedia berunding di Malino, Sulawesi Selatan, untuk mengakhiri pertikaian dengan kekerasan itu.
Konflik Poso dan Ambon terjadi sekitar 27 tahun lalu. Konflik bernuansa SARA ini mengakibatkan korban jiwa 2.000 orang tewas di Poso dan 5.000 orang tewas di Ambon hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun.
Baca Juga : Jusuf Kalla Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim Polri
Namun kedua konflik ini berhasil didamaikan oleh M. Jusuf Kalla selaku mediator, melalui Perundingan Malino I untuk Poso tahun 2001 dan Perundingan Malino II untuk Konflik Ambon tahun 2002.
Saat itu JK melibatkan: tokoh agama Islam dan Kristen, panglima lapangan kedua pihak yang bertikai, tokoh masyarakat dari kedua pihak, dan pemerintah. Sehingga dicapai kesepakatan damai yang dikenal dengan nama Deklarasi Malino. (*)

