MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) membekali calon fasilitator dengan strategi kepemimpinan dan pengelolaan organisasi melalui talkshow bertajuk “Strategi Menggerakkan Harmoni Organisasi Melalui Kesatuan Arah, Inovasi Kerja, dan Adaptabilitas Masa Depan”.
Kegiatan yang digelar Sabtu (19/9/2026) tersebut merupakan bagian dari Special Session Training of Trainers (ToT) 2026, sebuah program penguatan kapasitas bagi calon fasilitator LPM Penalaran UNM.
Talkshow berlangsung di Ruang Teater Lantai 12 Science Square FMIPA UNM dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dekan FMIPA UNM Prof. Drs. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. dan Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr. Bakry, M.Si., M.Stat. Kegiatan dipandu Musarrafa, S.Pd., serta diikuti anggota dan alumni LPM Penalaran UNM, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, Prof. Suwardi Annas menekankan bahwa harmoni dalam organisasi tidak terlepas dari tiga unsur utama, yakni kesatuan arah, inovasi kerja, dan kemampuan beradaptasi.
Namun, menurutnya, ketiga unsur tersebut harus ditopang oleh kepercayaan atau trust sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan.
“Jangan bermimpi untuk menggerakkan organisasi kalau Anda tidak punya trust,” tegasnya.
Baca Juga : LPM Penalaran UNM Gelar ToT 2026, Cetak Fasilitator Penalaran Berkualitas
Ia juga menjelaskan konsep trust equation, yang menggambarkan kepercayaan sebagai perpaduan antara integritas, kedekatan (intimacy), dan keandalan (reliability), yang dipengaruhi oleh tingkat orientasi terhadap kepentingan diri sendiri (self-orientation).
Dengan demikian, kepercayaan dapat tumbuh ketika seorang pemimpin memiliki integritas, mampu membangun kedekatan dengan orang yang dipimpinnya, serta dapat diandalkan dalam menjalankan tanggung jawab.
Sementara itu, Dr. Bakry menyoroti pentingnya kemampuan pengurus organisasi dalam merespons perubahan. Menurutnya, dinamika organisasi membutuhkan komunikasi yang dibangun atas dasar empati, kepercayaan, dan keterbukaan.
“Harus empati, harus trust, dan harus memiliki komunikasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan para calon fasilitator agar menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan amanah organisasi.
“Jadikan itu jujur dalam pikiran, jujur dalam perkataan, juga jujur dalam perbuatan,” ujarnya.
Talkshow tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang peserta, Hardiansyah Rasyid, mahasiswa Psikologi angkatan 2023, mengatakan materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai bagaimana sebuah organisasi seharusnya digerakkan.
Bava Juga : Sidang Pleno LPM Penalaran UNM Jadi Momentum Evaluasi dan Pembenahan Organisasi
“Menggerakkan organisasi ternyata bukan hanya soal menjalankan kegiatan. Kita perlu tahu ke mana organisasi ini dibawa, berani memperbaiki, dan mau mencoba cara baru,” tuturnya.
Ketua Panitia ToT 2026, Ardiansah, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para calon fasilitator dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya di LPM Penalaran UNM.
“Melalui talkshow ini, kami berharap para calon fasilitator dapat menyerap strategi keorganisasian yang tidak hanya membangun kesatuan arah dan harmoni, tetapi juga melahirkan inovasi serta sikap adaptif dalam menghadapi dinamika keorganisasian di masa depan,” ujarnya.
Rangkaian ToT 2026 kemudian dilanjutkan dengan agenda Diseminasi yang berlangsung di Ruang Seminar 2 Lantai 5 dan Mini Hall Lantai 3 Science Square FMIPA UNM. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada sore hari di Mini Hall Lantai 3.


Komentar