Denny JA: 90 Hari Jelang Pilpres 2024, Yang Meroket dan Yang Terjungkal

𝗕𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗽𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 (𝗮𝗽𝗽𝗿𝗼𝘃𝗮𝗹 𝗿𝗮𝘁𝗶𝗻𝗴) 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶?

Walau sering diserang, kepuasan publik terhadap Jokowi ternyata relatif stabil. Dari bulan Juni 2023 hingga November 2023 kepuasan terhadap Jokowi tidak pernah di bawah 75%. Paling rendah terjadi di bulan Juni 2023 sebesar 76.2%. Paling tinggi terjadi pada bulan Juli 2023 sebesar 80%. Saat ini di bulan November 2023, kepuasan Jokowi berada di angka 78.6%.

Dari temuan diatas memunculkan minimal empat pertanyaan penting.

Pertama, mengapa Prabowo – Gibran justru meroket padahal banyak diserang karena putusan MK?

Kedua, mengapa Ganjar – Mahfud menurun drastis? Padahal justru kubu ini dan simpatisannya yang banyak menyuarakan isu demokrasi mendung, nepotisme, dan lain sebagainya.

Ketiga, mengapa Anies – Muhaimin menaik? Apa yang terjadi dengan pasangan ini? Seolah mesinnya baru panas menjelang 90 hari menuju Pilpres 2024?

Keempat, mengapa pula kepuasan publik atas Jokowi tetap tinggi walau banyak kritik, diserang, dihujat dan diolok-olok?

-𝟎𝟎𝟎-

𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝟏 : 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨 – 𝐆𝐢𝐛𝐫𝐚𝐧 𝐣𝐮𝐬𝐭𝐫𝐮 𝐦𝐞𝐫𝐨𝐤𝐞𝐭 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐡𝐚𝐥 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐊?

Setidaknya terdapat enam hal yang bisa menjelaskan hal tersebut.

Pertama: elektabilitas Prabowo secara individu memang juga menaik. Pada bulan Januari 2023, elektabilitas Individu Prabowo sebesar 25.4%. Bulan Mei 2023 menjadi 33.9%.

Pada Juni 2023, elektabilitas Prabowo sebesar 34.3%. Juli 2023 sebesar 38.2%. Agustus 2023 sebesar 36.2%. September 2023 sebesar 39.8%. Oktober 2023 sebesar 36.5%. Saat ini di bulan November elektabilitas Individu Prabowo berada di angka 41.1%. Terjadi kenaikan sebesar 4.6% dari bulan Oktober ke November 2023.

Kedua: jika dibedah, elektabilitas Prabowo menaik terbanyak di pemilih milenial. Pada bulan Oktober 2023, pemilih Prabowo dari kalangan milenial sebesar 36.9%. Saat ini di bulan November 2023, pemilih milenial yang memilih Prabowo sebesar 41.6%. Mengapa?

Hal ini bisa terjadi karena Prabowo mengambil Cawapres dari kalangan milenial (Gibran Rakabuming Raka). Total pemilih milenial saat ini sebanyak 48,5 persen. Di bulan Februari 2024 nanti, jumlah generasi milenial melampaui 50 persen.

Generasi milenial segera menjadi mayoritas pemilih Indonesia. Gibran Rakabuming Raka, Cawapres Prabowo adalah satu-satunya wakil generasi milenial dalam jajaran pasangan Capres-Cawapres 2024.

Hal yang tak kalah pentingnya, julukan gemoy untuk Prabowo itu menjadi viral disukai kalangan pemilih milenial (muda). Sikap Prabowo yang rileks saja ketika diserang, dihujat, bahkan kadang berjoget dengan gayanya yang jenaka, itu sesuai dengan selera generasi milenial.

Prabowo tumbuh menjadi capres yang paling banyak dipilih generasi milenial.

Ketiga: Prabowo pun semakin populer di kalangan wong cilik. Ini juga kantong suara yang sangat besar.

Data menunjukan terjadi peningkatan signifikan pemilih Prabowo di segmen pendidikan tamat SD kebawah dan segmen pendapatan di bawah dua juta perbulan ke bawah.

Segmen pendidikan tamat SD ke bawah yang memilih Prabowo pada bulan Oktober 2023 sebesar 38.0%. Pada bulan November 2023 menaik menjadi 45.9%.

Segmen pendapatan di bawah Rp 2 juta perbulan yang memilih Prabowo pada bulan Oktober 2023 sebesar 36.2%. Saat ini bulan November 2023 naik menjadi 40.8%.

Seruan Prabowo melanjutkan program populis Jokowi (Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan lain sebagainya) semakin diketahui dan disukai publik.