Denny JA: Satu Topik Saja Dari Debat Capres Cawapres Dalam Bahasa Inggris, Mengapa?

KORANMAKASSAR.COM — Bagaimana jika debat Capres dan debat cawapres di ujung tahun ini, juga di tahun 2024, sebagian kecil saja menggunakan bahasa Inggris?

Akan ada lima kali debat capres dan cawapres. Masing masing debat, membahas sekitar empat topik. Katakanlah ada 20 topik perdebatan, dari isu politik, ekonomi, demokrasi hingga enerji.

Bagaimana jika satu saja dari topik itu, katakanlah soal geopolitik dan hubungan internasional, para capres berdebat dalam bahasa Inggris? Satu topik dari 20 topik, itu berarti 5% saja diselipkan perdebatan dalam bahasa Inggris.

Pertanyaan ini datang ketika kita membaca berita. Ini berbagai judul berita dimulai dari tim Prabowo yang mengatakan bahwa debat capres -cawapres berbahasa Inggris, juga kami siap. Ini suara jubir Prabowo.

Langsung pernytaan itu dijawab oleh Ganjar. Ini judul beritanya: “Ganjar ngaku siap Debat Capres pakai bahasa Inggris,”

Direspon pula kemudian oleh tim Amin. Kubu Anies dan Muhaimin mengatakan: “Timnas Amin terima tantangan TKN Prabowo Gibran debat pakai bahasa Inggris.

baca juga : Denny JA: Mengapa Susah Mengikis Popularitas Jokowi?

Lengkap sudah ketiga kubu pasangan capres- cawapres menyatakan di publik, dan sudah menjadi berita: siap berdebat dalam bahasa Inggris.

Tapi sebenarnya secara hukum, bolehkah berdebat dalam bahasa Inggris dalam acara resmi perdebatan capres- cawapres?

Ini aturannya. Memang jika kita melihat undang-undang nomor 7 Tahun 2017 soal pemilu, tidak dinyatakan di sana secara tegas. Tak ada kalimat yang menyatakan para capres dan cawapres harus berdebat dalam bahasa Indonesia.

Namun dalam Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai bendera dan bahasa, dikatakan tegas. Bahwa acara-acara resmi nasional harus menggunakan bahasa Indonesia.