Denny JA: Satu Topik Saja Dari Debat Capres Cawapres Dalam Bahasa Inggris, Mengapa?

Secara umum, tentu saja debat capres dan cawapres ini harus menggunakan bahasa Indonesia. Bukan hanya karena itu aturannya. Tapi karena kita bangga dengan bahasa Indonesia, dan perlu menggunakannya untuk acara resmi pemerintahan.

Tapi bagaimana jika diselipkan sedikit saja, 5% dari 20 topik itu, satu topik saja berdebat dalam bahasa Inggris? Ada empat alasan yang bisa kita kemukakan.

Pertama, bahasa Inggris sekarang menjadi akses untuk ilmu pengetahuan. Aneka jurnal-jurnal ilmiah dan konferensi internasional ilmu pengetahuan dunia umumnya berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris menjadi password untuk menyelami informasi dan ilmu pengetahuan. Suka atau tidak, penggunaan bahasa Inggris harus lebih dikampanyekan di Indonesia.

Kedua, dalam dunia perdagangan, dunia usaha internasional, bahasa Inggris juga digunakan. Dunia semakin terkait. Bahasa Inggris menjadi common language dari 190 negara.

baca juga : Denny JA: Akankah Pilpres 2024 Hanya Berlangsung Satu Putaran Saja?

Ketiga, bahasa Inggris juga sudah menjadi bahasa utama internasional. Sebanyak 1,5 miliar manusia kini menggunakan bahasa Inggris.

Keempat, jika satu topik saja dari debat capres-cawapres itu menggunakan bahasa Inggris, ini sudah lumayan bisa menstimulasi begitu banyak publik Indonesia untuk semakin mendalami bahasa Inggris.

Katakanlah jika ini tak bisa dilakukan untuk Pemilu 2024 karena sudah mendesak, ini bisa digunakan untuk pemilu presiden berikutnya di tahun 2029, dan seterusnya.

Tidak seluruh topik, tapi satu saja dan dari 20 topik, berdebat dalam bahasa Inggris, terutama mengenai geopolitik dan hubungan internasional. (*)