MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan menambah armada pengangkut dan menyiapkan mesin pengolahan di tingkat kecamatan.
Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pada 2026 pihaknya telah melakukan pengadaan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll.
Penambahan ini melanjutkan dukungan 50 kendaraan yang direalisasikan pada 2025, termasuk dump truck dan arm roll.
Selain armada, DLH menyiapkan 44 mesin pengolahan sampah, terdiri atas 10 mesin pencacah anorganik, 10 mesin pengayak, dan 24 mesin pembubur.
Peralatan tersebut didistribusikan secara bertahap ke kecamatan melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Baca Juga : DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA
Menurut Helmy, penambahan sarana tersebut perlu dibarengi perubahan pola pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Masyarakat didorong memilah sampah agar material yang masih bernilai dapat didaur ulang, sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi kompos maupun produk bermanfaat lainnya.
DLH juga mendorong penguatan Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sektor (BSS), dan TPS3R di setiap wilayah.
Dengan fasilitas pengolahan yang semakin memadai, volume sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA) diharapkan berkurang.
Baca Juga : Jelang TPA Residu, DLH Makassar Genjot Edukasi dan Data Sampah
Helmy menambahkan, pengadaan mesin pencacah organik direncanakan diupayakan melalui anggaran berikutnya. Sementara penambahan armada truk pada perubahan anggaran akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, tetapi harus diperkuat melalui pemilahan dan pengolahan dari tingkat rumah tangga, lingkungan, hingga kecamatan. (*)

