Double Job Racuni Perekrutan Tenaga Pendampingan di Sulsel

Sisi lain, saya mengkritisi kelemahan beberapa dinas yang kemudian menjadi leading sektor berbagai program, di antaranya pada SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, PUPR Cq.Dirjen Perumahan, Cipta Karya provinsi Sulawesi selatan , yakni terkait persoalan double job, bahkan yang triple job beberapa pendamping program pemerintah yang seolah dibiarkan, di mana Pendamping Desa, Pendamping lokal desa bahkan Tenaga Ahli, pendamping yang masih bercokol dan dibiarkan double job. Padahal secara aturan itu sama sekali tidak diperbolehkan, tapi kenyataannya sampai saat ini persoalan itu masih terjadi dan seolah dibiarkan, seperti yang terjadi di Kementerian PUPR Dirjen Perumahan Swadaya program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), Pisew, Pansimas dan atau P3TGAI.

Persoalan ini sebenarnya sudah sering kali disuarakan oleh berbagai kalangan. Tapi anehnya dinas terkait seolah tidak meresponnya atau tidak secara serius menindaklanjuti persoalan ini. Padahal ini jelas-jelas menutup kesempatan warga yang lain untuk mengaktualisasikan kemampuannya dan berimplikasi pada jumlah pengangguran juga.

Terkait dengan persyaratan pengalaman kerja, sebaiknya itu harus diakomodir dengan pelamar yang belum mempunyai pengalaman kerja dan disetarakan dengan yang mempunyai pengalaman kerja karena bagaimana bisa menilai kinerja seseorang kalau tidak diberikan kesempatan untuk ikut berkompeten dalam perekrutan pendampingan.

baca juga : Dinilai Cacat Prosedur, Evkin Penetapan TFL BSPS Wajo Dipersoalkan

Beberapa dinas, Instansi pemerintahan saya menilai terbukti tidak serius dan tidak tegas, terbukti sampai saat ini situasi tersebut masih berlangsung. Ini bukan soal menghentikan rejeki, namun ini berbicara kemaruk atau tamak. Ada beberapa orang yang bekerja dengan berbagai pekerjaan, sementara yang lain seolah tidak diberikan kesempatan.

Saya berharap kepada siapapun untuk membukakan peluang bagi pemuda dan para sarjana di Sulawesi selatan untuk mengaktualisasikan ilmunya. Jangan sampai ada individu yang bekerja di berbagai program sementara banyak yang lain yang tidak bekerja.