MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Puluhan kader Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia (FKMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Selatan untuk meminta Kapolres Sinjai dicopot karena dinilai gagal menangani kasus penyelundupan BBM subsidi jenis solar di Kabupaten Sinjai, Jumat (20/6/25).
Dalam orasinya, Jendral lapangan Arya atau yang akrab disapa Cicak mengungkapkan kekecewaan terhadap Kapolres Sinjai yang belum melakukan konferensi pers dan menetapkan sopir serta pemilik BBM sebagai tersangka.
“Mafia BBM di Sulawesi Selatan bukan hanya merugikan negara, tapi juga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi,” ujarnya.
Koordinator mimbar aksi, Firhan atau yang akrab disapa Jhon, juga menyampaikan bahwa kepolisian harus serius menangani kasus ini.
“Kapolres Sinjai harus mengambil sikap tegas terhadap mafia BBM yang diduga berasal dari Kabupaten Bulukumba dan akan diselundupkan ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Baca Juga : Penyalagunaan Kewenangan, KPBI Sulsel dan Pedagang Pasar Senggol Makassar Desak Kapolda Turun Tangan
FKMI membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa ini, yaitu:
1. Mendesak Kapolda untuk mencopot Kapolres Sinjai karena gagal menangani kasus penyelundupan BBM subsidi jenis solar.
2. Mendesak Kabid PROPAM Polda Sulsel untuk memeriksa Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter Polres Sinjai yang diduga menerima nominal dari mafia BBM.
3. Menangkap kembali pemilik dan sopir pengangkut BBM yang akan diselundupkan ke Sulawesi Tengah dan menetapkan mereka sebagai tersangka.
4. Mendesak Kapolres Sinjai untuk melakukan konferensi pers dan menetapkan pemilik dan sopir pengangkut BBM jenis solar sebagai tersangka.
5. Mendesak Manager Area PT Pertamina Region VII Sulawesi untuk memeriksa seluruh SPBU di Kabupaten Bulukumba yang diduga bekerja sama dengan mafia BBM. (*)

