FKLA Dikukuhkan, Wali Kota Makassar Dorong Aksi Kemanusiaan Tanpa Sekat Agama

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan memperkuat aksi kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri pengukuhan pengurus FKLA Sulsel di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat (31/7/2026).

Munafri mengapresiasi terbentuknya FKLA yang dinilai dapat memperkuat toleransi dan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana, tetapi juga harus hadir dalam berbagai persoalan sosial.

“Ini kesempatan yang sangat baik untuk saling bertemu dan merawat keberagaman yang telah kita bangun. Kota ini menyediakan ruang bagi seluruh masyarakat untuk hidup dan tumbuh bersama,” ujar Munafri.

Baca Juga : Tallo Dilanda Kebakaran, Wali Kota Makassar Pastikan Korban Dapat Bantuan dan Pendampingan

Ia menegaskan, kemanusiaan tidak boleh dibatasi sekat agama. Bantuan kepada warga yang membutuhkan harus diberikan berdasarkan kebutuhan, bukan latar belakang keyakinan.

“Saya pemeluk agama Islam. Saya tidak akan membantu hanya kepada saudara-saudara muslim yang membutuhkan bantuan. Ada juga saudara-saudara lain dari agama lain yang bisa menerima apa yang bisa saya bantu. Demikian pula sebaliknya,” tegasnya.

Munafri juga menilai kerukunan antarumat beragama memiliki kaitan erat dengan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Stabilitas sosial dan keamanan, kata dia, menjadi modal penting untuk menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus menarik investasi ke Makassar.

“Kalau setiap hari ada konflik horizontal, konflik keagamaan, orang tidak akan mau datang. Dasar dari segalanya adalah kerukunan antarumat beragama yang harus kita jaga dengan baik,” katanya.

Ia berharap FKLA segera menghadirkan aksi nyata, termasuk membantu menyelesaikan persoalan pendidikan, sosial dan lingkungan.

Baca Juga : Disupervisi KPK, Wali Kota Munafri Pastikan Proyek Strategis Makassar Tak Mangkrak

Munafri mengajak sekolah swasta yang dikelola kelompok keagamaan ikut membantu menampung siswa yang belum tertampung di sekolah negeri dengan dukungan pembelajaran dari Pemkot Makassar.

Tokoh lintas agama juga didorong ikut menyukseskan program pengelolaan sampah. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong perubahan perilaku.

Munafri berharap kolaborasi pemerintah, tokoh agama, organisasi lintas agama dan komunitas kemanusiaan terus diperkuat untuk mewujudkan Makassar yang aman, inklusif dan harmonis. (*)