GAM Luwu Raya Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Sabbang-Tallang

LUWU UTARA, KORANMAKASSAR.COM — Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya menggelar aksi unjuk rasa di dua titik, yakni Monumen Masamba Affair dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Utara, Jalan Kasimbong, Kecamatan Masamba, Jumat (21/8/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyikapi dugaan korupsi terkait proyek ruas jalan Sabbang-Tallang. Massa membentangkan spanduk dengan grand isu, “Tidak Ada Impunitas Bagi Pelaku Korupsi Sabbang-Tallang.”

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang mereka kaitkan dengan pelaksanaan proyek Sabbang-Tallang Tahun Anggaran 2020.

Jenderal Lapangan, Faiz, mengatakan sejumlah fakta yang muncul dalam proses pemeriksaan maupun persidangan perlu menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga : Demo di Kejati Sulsel, KPJ Desak Dugaan Keterlibatan DM dalam Kasus Sabbang-Tallang Diusut

“Kami tidak meminta hukum bekerja berdasarkan tekanan. Kami meminta hukum bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Jika ada fakta yang harus didalami, maka jangan dibiarkan mandek,” tegas Ahmad Hanifullah selaku Panglima Wilayah GAM Luwu Raya.

Massa juga menyoroti hasil pemeriksaan BPK Sulawesi Selatan terkait pengelolaan keuangan yang menurut mereka memiliki sejumlah persoalan, termasuk keterlambatan penyetoran, ketidaksesuaian pencatatan, serta pertanggungjawaban belanja yang dipersoalkan.

Mahasiswa menilai temuan tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh, terutama jika terdapat fakta lain yang berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi atau suap.

Baca Juga : GAM Desak Polda Sulsel Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Subsidi Umrah dan iPhone

GAM Luwu Raya meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti dalam mengusut dugaan perkara tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang keterangannya muncul dalam proses hukum.

Menanggapi aksi tersebut, Kasi Datun Kejari Luwu Utara, Bayu, menemui massa dan menyatakan pihaknya siap menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Kami siap menampung aspirasi yang disampaikan teman-teman,” ujarnya.

Aksi kemudian berlangsung tertib dan massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya. (*)

Komentar