MAROS, KORANMAKASSAR.COM — Mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño 2026, tim dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menerapkan teknologi rainwater harvesting atau sistem panen air hujan di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.
Program pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., dari Jurusan Teknik Sipil PNUP tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan air masyarakat pesisir sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.
Desa Nisombalia merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut akibat penggunaan air tanah. Di sisi lain, air hujan yang melimpah saat musim penghujan belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar langsung mengalir ke saluran drainase.
Sebagai proyek percontohan, tim PNUP membangun sistem rainwater harvesting di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mambue. Fasilitas publik tersebut dipilih agar teknologi yang diterapkan dapat menjadi contoh dan mudah dilihat serta ditiru masyarakat.
Baca Juga : PNUP Bantu Tata Asrama Santri Tahfidz Al Islam
“Air hujan merupakan sumber air alternatif yang relatif murah. Dengan sistem panen air hujan yang tepat, ketergantungan terhadap air tanah dapat dikurangi sekaligus menekan risiko intrusi air laut,” ujar Andi Muhammad Subhan, Senin (24/8/26).
Sistem yang dibangun menggunakan teknologi sederhana dan ramah lingkungan. Fasilitas tersebut terdiri atas rangka baja sebagai dudukan, tangki penampung berkapasitas 900 liter, first flush diverter untuk membuang aliran air hujan pertama yang membawa kotoran dari atap, sistem penyaringan dan keran outlet, serta koneksi ke sumur resapan untuk mengelola kelebihan air.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Community-Based Adaptation (CBA) dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat, mulai dari proses instalasi hingga perencanaan pemeliharaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Baca Juga : PNUP Bekali Mahasiswa Kompetensi SMKK, Siap Ikuti Sertifikasi Petugas K3
Empat mahasiswa PNUP, yakni Andi Muhammad Irdiansyah, George Antonio Rossi Patongloan, Armansyah dan Hidayat Nur Ashri, terlibat langsung dalam perancangan hingga pemasangan sistem di lapangan.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Ke depan, tim PNUP bersama Pemerintah Desa Nisombalia berencana mengembangkan teknologi tersebut ke rumah-rumah warga.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air masyarakat pesisir Maros sekaligus menjadi solusi sederhana menghadapi dampak perubahan iklim. (*)


Komentar