Hari Sumpah Pemuda, GAM Makassar Desak Pemerintah Tangani Karhutla dan Copot Menhut

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Hertasning–Pettarani, Makassar, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam aksi tersebut, massa memblokade jalan, membakar ban, serta menghentikan sebuah mobil tronton. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Satu Nusa, Satu Bangsa: Pemuda Bersatu Lawan Karhutla!”

GAM menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mendesak pemerintah segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, memprioritaskan pemulihan serta bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak, dan mencopot Menteri Kehutanan.

Jenderal Lapangan GAM, Respek, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap penanganan karhutla yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan bencana lingkungan.

Baca Juga : GAM Makassar Desak Presiden Prabowo Tuntaskan Karhutla Sebelum ke Sulsel

“Pada momentum Sumpah Pemuda, kami menilai karhutla yang terjadi di berbagai provinsi menjadi alarm serius atas lemahnya upaya mitigasi dan penanganan bencana lingkungan. Pemerintah harus lebih serius memperkuat langkah pencegahan,” tegas Respek dalam orasinya.

Ia juga menekankan pentingnya penanganan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama risiko gangguan pernapasan dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memastikan penanganan darurat dan bantuan kesehatan bagi warga terdampak berjalan optimal,” ujarnya.

Baca Juga : GAM Sukses Gelar PK-1 di Gowa, Lahirkan Kader Baru Pasukan Karhutla 94M

Sementara itu, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, menyinggung rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan. Ia meminta pemerintah menunjukkan langkah nyata dalam menangani karhutla sebelum agenda kunjungan tersebut berlangsung.

“Kami tegaskan, sebelum Prabowo Subianto menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan, pemerintah harus membuktikan keseriusannya melalui langkah konkret menangani karhutla. Jangan sampai kunjungan presiden hanya menjadi agenda seremonial, sementara penderitaan masyarakat akibat bencana ekologis terus diabaikan,” tegas Fajar.

Melalui aksi tersebut, GAM berharap pemerintah segera mengambil langkah terukur dalam penanganan karhutla, pemulihan lingkungan, serta perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak. (*)

Komentar