Jelajah Sampah Makassar Tuntas, 1,5 Ton Sampah Terkumpul

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.com – Program Jelajah Sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menuntaskan rangkaian kegiatan di 14 kecamatan. Dari seluruh kegiatan tersebut, terkumpul 1.506,22 kilogram atau sekitar 1,5 ton sampah.

Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan program ini menjadi sarana edukasi dan kolaborasi untuk mendorong masyarakat memilah serta mengelola sampah sejak dari rumah.

“Jelajah Sampah ini bersifat edukatif dan kolaboratif, melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya saat kegiatan di Kecamatan Tamalanrea, Minggu (16/8/2026).

Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 427,02 kilogram merupakan sampah organik, 514,56 kilogram anorganik, dan 564,64 kilogram residu.

Baca Juga : Jelajah Sampah ke-14, Wali Kota Makassar Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Helmy menjelaskan, sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang bernilai ekonomi disalurkan melalui Bank Sampah. Adapun residu ditangani sesuai mekanisme pengelolaan yang berlaku.

Melalui program ini, DLH Makassar juga memberikan edukasi pengolahan sampah menggunakan biopori, komposter, maggot, dan eco-enzyme, disertai aksi plogging serta pameran produk daur ulang.

Helmy berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten di rumah dan lingkungan masing-masing, sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat ditekan.

Program Jelajah Sampah menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029. (*)