MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kandea, Lorong 3, Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah rumah panggung yang berdiri rapat di kawasan tersebut. Kepadatan permukiman serta akses jalan yang sempit membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Puluhan armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Petugas Damkarmat Kota Makassar berjibaku bersama warga dan personel kepolisian untuk mencegah api merembet ke bangunan lainnya.
Kabid Operasi Damkarmat Kota Makassar, Cakrawala, mengatakan pihaknya mengerahkan kekuatan penuh dari sejumlah posko, yakni Mako Ratulangi, Posko Pengayoman, dan Carester Ujung Tanah.
Baca Juga : Kebakaran Hebat di Jalan Tinumbu Makassar, Sejumlah Rumah Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
“Untuk cakupan jumlah armada, kami terjunkan kurang lebih 40 armada,” ujar Cakrawala di lokasi kejadian.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi permukiman yang sangat padat dan akses menuju titik kebakaran relatif sempit.
“Kepadatan massa cukup krusial. Akses menuju lokasi juga agak sempit karena masuk ke gang-gang kecil. Kemudian lokasi di sini merupakan kawasan padat hunian yang tidak tertata,” jelasnya.
Setelah hampir dua jam berjibaku memadamkan api, petugas mulai melakukan proses pendinginan. Cakrawala menyebut pihaknya juga akan melakukan penyisiran bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
“Untuk estimasi, kami belum bisa memastikan berapa jumlah rumah yang terdampak. Bisa mencapai belasan, bahkan kami belum berani merilis secara resmi karena proses pemadaman masih berlangsung,” katanya.
Cakrawala menambahkan, sekitar 80 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Personel yang sedang lepas piket juga turut bergabung membantu proses pemadaman.
Polisi Bantah Isu Pembakaran
Sementara itu, Kapolsek Bontoala Kompol Andi Aris membantah informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya seseorang yang sengaja melakukan pembakaran.
Menurutnya, informasi tersebut tidak benar. Polisi bahkan memiliki saksi dan personel yang berada di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi.
“Jadi isu yang berkembang sebenarnya itu tidak benar. Kami ada saksi, anggota dua orang di lokasi bersama dengan Ketua RW,” kata Kompol Andi Aris.
Baca Juga : Tinjau Korban Kebakaran di Tamalate, Wali Kota Makassar Pastikan Bantuan dan Hunian Darurat Terpenuhi
Ia menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, dua personel kepolisian berada di lokasi bersama Ketua RW untuk membantu menyelesaikan persoalan antara orang tua dan anak.
“Jadi sebelum kejadian, ada personel di TKP bersama Pak RW yang kebetulan sedang melakukan negosiasi terkait permasalahan antara orang tua dan anak,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas Damkarmat Kota Makassar bersama personel kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan penyisiran guna memastikan kondisi benar-benar aman.
Penyebab pasti kebakaran serta jumlah rumah yang terdampak masih dalam proses pendataan dan penanganan oleh pihak terkait. (Firman Dhanie)


Komentar