PINRANG, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten Pinrang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemkab juga mengantisipasi dampak kekurangan air irigasi yang mulai dirasakan petani.
Langkah tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Karhutla di halaman Polres Pinrang, Selasa (11/8/2026). Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos., bertindak sebagai inspektur apel.
Dalam amanatnya, Bupati Irwan membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. yang menyebutkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung hingga September dengan curah hujan di bawah kondisi normal.
Situasi tersebut berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan maupun lahan masyarakat.
Baca Juga : Hadapi Kemarau, Bupati Pinrang Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar dan Doa Bersama
Karena itu, seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, serta pemantauan titik panas atau hotspot secara aktif.
Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat peduli api dan unsur terkait juga dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian.
Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kementerian dan lembaga terkait, terus diperkuat melalui kesiapan posko terpadu untuk mempercepat komunikasi dan penanganan apabila terjadi kondisi darurat. Penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Bupati Irwan mengatakan, dampak kemarau di Pinrang tidak hanya menyangkut ancaman Karhutla, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap sektor pertanian akibat terbatasnya pasokan air irigasi.
“Musim kemarau ini juga memberikan dampak terhadap lahan-lahan pertanian masyarakat Pinrang. Kekurangan air irigasi tentunya harus kita antisipasi bersama agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” ujar Irwan.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Siapkan Mobil Tangki Air untuk Selamatkan Sawah Terdampak Kekeringan
Pemkab Pinrang, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah antisipasi melalui koordinasi lintas sektor bersama jajaran Forkopimda. Upaya tersebut mencakup pengelolaan sumber daya air sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dalam menghadapi keterbatasan pasokan air.
Bupati berharap seluruh pemangku kepentingan mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan lahan produktif sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Dengan sinergi pemerintah, aparat keamanan, instansi terkait dan masyarakat, Pemkab Pinrang optimistis potensi Karhutla dapat ditekan, lahan pertanian tetap terlindungi, serta kondisi sosial masyarakat tetap aman dan kondusif selama musim kemarau. (*)


Komentar