PINRANG, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mengintensifkan upaya mengurangi dampak musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino terhadap sektor pertanian.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan air ke areal persawahan yang tidak lagi terjangkau jaringan irigasi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengatakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter tersebut disiapkan sebagai solusi darurat guna menjaga tanaman padi yang masih berada pada fase pertumbuhan agar tidak mengalami gagal panen.
“Ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Kami berharap tanaman yang masih membutuhkan air dapat terus dipertahankan hingga masa panen,” ujar Bachrumsyah, Kamis (23/7).
Baca Juga : Bupati Pinrang Turun ke Sawah, Pastikan Penanganan Kekeringan Demi Selamatkan Pertanian
Ia menjelaskan, distribusi air akan diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air namun masih memiliki potensi produksi. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok tani agar bantuan tepat sasaran.
Menurut Bachrumsyah, penyediaan mobil tangki tersebut merupakan arahan langsung Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos yang menginstruksikan seluruh sumber daya pemerintah dimaksimalkan untuk membantu masyarakat, khususnya petani yang terdampak kemarau.
Bupati Irwan, lanjutnya, menilai sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pinrang sehingga harus mendapat perhatian penuh, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menurunkan produksi pangan.
Baca Juga : Hadapi Kemarau Panjang, Bupati Pinrang Gandeng Ulama Perkuat Ikhtiar dan Doa Bersama
Selain mobil tangki, Pemkab Pinrang juga terus mengoptimalkan berbagai langkah penanganan lain, termasuk pompanisasi dan pengaturan distribusi air irigasi, guna menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap risiko gagal panen dapat ditekan, produktivitas pertanian tetap terjaga, serta stabilitas pangan daerah tetap terpelihara.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Kabupaten Pinrang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

