Di hadapan para pemimpin kota dan pembicara internasional, Munafri menegaskan bahwa persoalan lingkungan merupakan prioritas yang terus dikawal serius oleh pemerintahannya.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menyampaikan bahwa Pemkot Makassar telah menempatkan penanganan sampah dan penguatan tata kelola lingkungan sebagai fokus utama pembangunan kota.
“Pemkot Makassar konsentrasi terhadap penataan sampah. Kami sangat peduli terhadap isu lingkungan. Dan hari ini saya mencoba menjelaskan semua apa yang kami lakukan di Makassar untuk menangani isu lingkungan,” ujarnya, memaparkan materi dalam bentuk bahasa inggris.
Dalam presentasinya, ia mulai memperkenalkan gambaran umum tentang Kota Makassar. Lanjut dia, profil Kota Makassar, berada di bagian timur Indonesia.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Bahas Kerjasama dengan Yokohama, Kawasaki, iForcom dan Nippon Koei Urban Space
“Kami adalah kota terbesar di kawasan timur Indonesia dengan populasi 1,47 juta jiwa. Kami juga memiliki 12 pulau yang mengelilingi kota,” jelasnya di hadapan peserta forum.
Ia melanjutkan bahwa Makassar memiliki luas wilayah 175 kilometer persegi, dengan garis pantai sepanjang 35 kilometer. Kondisi geografis tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus potensi yang membutuhkan perencanaan lingkungan yang lebih terstruktur.
Selain itu, Munafri juga menampilkan slide mengenai visi dan misi pembangunan Kota Makassar untuk periode 2025-2030.
Melalui presentasi tersebut, ia menggambarkan arah pembangunan kota yang menekankan keberlanjutan, kebersihan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Paparan Appi mendapat perhatian luas dari peserta forum yang menilai pendekatan Makassar dalam menghadapi isu lingkungan sebagai langkah progresif, terutama dalam konteks kota pesisir dengan dinamika pertumbuhan yang pesat. (*)

