MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pengembangan Superapps Lontara Plus sebagai pusat layanan dan informasi terpadu bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong integrasi layanan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ke dalam aplikasi tersebut agar informasi cuaca harian lebih mudah diakses masyarakat.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Stasiun Meteorologi BMKG Makassar yang dipimpin Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga : Makassar Siap Sambut 28 Negara di IGS Diplomatic Tour 2026
Selain membahas kolaborasi digital, pertemuan tersebut juga membahas undangan BMKG kepada Wali Kota Makassar untuk menghadiri program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang digagas BMKG Maritim.
Munafri menilai integrasi informasi cuaca ke dalam Lontara Plus akan memberikan manfaat besar, khususnya bagi masyarakat pesisir dan nelayan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dalam menjalankan aktivitas harian.
“Jika prakiraan cuaca harian bisa masuk ke dalam Lontara Plus, itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan fitur tersebut sejalan dengan transformasi layanan publik berbasis digital yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyatakan bahwa secara teknis integrasi sistem sangat memungkinkan dilakukan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Calo
Menurutnya, sistem informasi BMKG dapat disinkronkan dengan aplikasi pemerintah daerah melalui dukungan teknologi serta transfer pengetahuan kepada operator pengelola.
“Secara teknis bisa dikoneksikan, tinggal sinkronisasi sistem dan transfer pengetahuan kepada tim operator di Pemkot Makassar,” jelasnya.
Dengan rencana kolaborasi ini, Lontara Plus diharapkan semakin berkembang sebagai superapps layanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga informatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

