LSI Denny JA: Prabowo Gibran Di Ambang Kemenangan?

-𝟬𝟬𝟬-

𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟯 : 𝗕𝗹𝘂𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗞𝘂𝗯𝘂 𝗚𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 : 𝗕𝗲𝗿𝗲𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮

Di bulan Januari 2023, Ganjar sempat unggul atas Prabowo, apalagi atas Anies Baswedan. Namun elektabilitas Ganjar mengalami penurunan karena blunder demi blunder. Di bawah ini hanya ditampilkan persentase dua blunder-nya.

Pertama, penolakan Ganjar terhadap piala dunia U-20 (Maret 2023) menuai banyak respon negatif. Data survei LSI Denny JA merekam elektabilitas Ganjar turun dari 36.2% (Maret 2023) menjadi 32.4% (April 2023).

Kedua, kubu Ganjar/PDIP kritik keras Jokowi (isu dinasti, demokrasi mendung, neo-orde baru). Data survei LSI Denny JA merekam elektabilitas Ganjar – Mahfud turun dari 35.3% (Oktober 2023) ke 28.6% (awal November 2023), dan turun lagi menjadi 24.9% di November akhir.

𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙧𝙞𝙩𝙞𝙠 𝙅𝙤𝙠𝙤𝙬𝙞, 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙣?

Dari Oktober 2023 ke November 2023 akhir perginya pemilih Jokowi (pemilih puas Jokowi) dari Ganjar sebesar 10.5%. Pada Oktober 2023 pemilih Jokowi yang mendukung Ganjar – Mahfud sebesar 39.4%. Pada November 2023 awal turun menjadi 31.9%. Kemudian turun lagi menjadi 28.9% pada akhir November 2023.

𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙨𝙞𝙝 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙣𝙞𝙚𝙨?

Ganjar dan Anies kini selisihnya tinggal 0.9%. Selisihnya di bawah satu persen. Padahal sebelumnya pernah mencapai dua digit bahkan menyentuh lebih dari 20%.

Pada Agustus 2023 selisihnya masih di angka 16.1%. Bahkan selisih ini pernah naik di bulan berikutnya yaitu September menjadi 21.9%. Masuk bulan Oktober 2023, selisih berkurang menjadi 18.1%. November awal 2023 selisih mengecil menjadi 8.3%. Di November akhir 2023, selisih mengecil kembali menjadi 0.9%.