YOGYAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Semarak kreativitas pelajar akan kembali mewarnai jantung Kota Yogyakarta melalui gelaran Mancawarni 2026 (Muhi Apresiasi Cipta Inovasi dari Budaya & Seni).
Kegiatan ini merupakan panggung kolaboratif yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Mengusung tema “Mengarungi Adiwarna: Ketika Warna Belajar Bercerita”, acara ini akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 15.00–22.00 WIB di Teras Malioboro Beskalan.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis, dengan target menghadirkan hingga 5.000 penonton dari berbagai kalangan.
Baca Juga : 113 Mubaligh Muda SMA Muhi Semarakkan Dakwah Ramadhan di Sleman dan Yogyakarta
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan sesi pembukaan dan open gate, dilanjutkan pra-acara bertajuk Purva Karya.
Pada sesi ini, penonton akan disuguhkan penampilan band, hadroh, dan tari sebagai pengantar menuju acara inti.
Memasuki pukul 16.45 WIB, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang mencakup pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sari tilawah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya.
Sambutan dari panitia dan pihak sekolah menjadi penanda dimulainya perhelatan seni yang telah dipersiapkan selama satu tahun penuh.
Puncak acara bertajuk Parama Ustava akan dimulai pukul 18.05 WIB. Penonton akan diajak menyelami kekayaan seni tradisional melalui penampilan dalang dan karawitan yang kental dengan nuansa budaya Jawa.
Baca Juga : Borong 29 Medali, SMA MUHI Yogya Juara Umum OlimpicAD ke 8 di Makassar
Suasana kemudian semakin dinamis dengan atraksi Tapak Suci, pertunjukan tari berkonsep lighting dan narasi, hingga sajian musik modern dari Moehi Harmony dan Rockestra.
Sebagai penutup, Teater Manoenggal akan menghadirkan pertunjukan penuh makna, sebelum dilanjutkan dengan sesi awarding sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pengisi acara.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Edo Lestari, M.Psi., menyampaikan bahwa Mancawarni menjadi wadah strategis bagi murid untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang seni.
“Kegiatan ini merupakan hasil proses panjang ekstrakurikuler selama satu tahun. Murid tidak hanya belajar teknik, tetapi juga proses, disiplin, kolaborasi, dan keberanian untuk tampil di ruang publik,” ujarnya.

