MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Kota Makassar kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu daerah paling menarik bagi investor setelah masuk dalam daftar Best Place to Invest versi Majalah Fortune Indonesia.
Dalam wawancara khusus untuk edisi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan berbagai keunggulan yang menjadikan Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
Menurut Munafri, posisi strategis Makassar sebagai hub perdagangan, jasa, dan logistik menjadi kekuatan utama yang mendorong arus investasi dan aktivitas bisnis di kawasan timur Indonesia.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Makassar pada triwulan I 2026 mencapai 6,61 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,39 persen.
Baca Juga : Sambut Akademisi Kelautan Dunia, Wali Kota Makassar Perkuat Kolaborasi Lewat Gala Dinner
Pertumbuhan tersebut didukung oleh sektor perdagangan, logistik, transformasi digital, serta tingginya kepercayaan investor.
Selain memiliki infrastruktur yang kuat, Makassar juga didukung struktur ekonomi yang beragam sehingga mampu menjaga stabilitas pertumbuhan meski terjadi perlambatan pada sektor tertentu.
Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kepastian regulasi, birokrasi yang transparan, dan stabilitas daerah.
Hasilnya, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp1,23 triliun atau sekitar 22,81 persen dari total investasi yang masuk ke Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Menang di MA, Pemkot Makassar Siap Tertibkan Bangunan Liar di Aset 15 Hektare Manggala
Meski demikian, Appi menekankan bahwa investasi tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Pertumbuhan ekonomi harus menghadirkan dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Makassar semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi paling potensial dan motor penggerak ekonomi di kawasan Indonesia Timur. (*)


Komentar