oleh

Melalui Surat Terbuka, Hotman Paris Sampaikan Permohonan Maaf Ke Warga Sulsel

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menulis surat terbuka sebagai permohonan maaf kepada warga Sulawesi Selatan, khususnya Makassar atas pernyataannya yang dianggap kontroversial saat meresmikan W Superclub di CPI pada 27 Mei lalu.

Permintaan maaf Hotman ditujukan kepada Aliansi Suku Makassar, Semut Hitam, Laskar Sinrijala, Pandawa Lima, Gepma, Muhammadiyah, Front Persaudaraan Islam, GNPF Sulsel, PA 212 Sulsel, dan Nahdatul Ulama Sulsel.

“Saya Hotman Paris Hutapea dengan ini menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila terdapat ketersinggungan akibat perkataan yang saya ucapkan pada saat peresmian W Superclub di Makassar yang dimana saya mengajak para wanita untuk berdansa”, ujar Hotman melalui surat terbukanya.

Surat Terbuka Hotman Paris

Pemilik sebagian saham W Superclub Makassar ini, mengakui bahwa dirinya tidak ada maksud apapun untuk melecehkan wanita-wanita di Kota Makassar ataupun Bugis.

Melainkan, ia sangat mencintai rakyat Indonesia termasuk masyarakat kota Makassar, dimana salah satu bentuk perhatian dan cintanya dia tuangkan dengan memberikan bantuan hukum kepada para pengais keadilan, khususnya warga Makassar.

“Sebagai manusia biasa pasti tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan, sekali lagi saya meminta maaf”, katanya.

Sebelumnya, pernyataan Hotman Paris menuai kecaman dari berbagai pihak. Sebab, ia dianggap telah merendahkan warga Makassar dan mengajak melakukan hal-hal terlarang.

Sehingga akibat pernyataan Hotman itu berujung pada penolakan terkait keberadaan W Super Club di Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Kota Makassar.

baca juga : Pemkot Makassar Keluarkan Surat Tanggapan Perihal W Super Club melalui DPMPTSP

Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf melalui video.

“Saya Hotman Paris dengan ini menyatakan pernyataan maaf sebesar-besarnya apabila ada ketersinggungan akibat kata-kata saya pada waktu peresmian W Superclub di Makassar yang saya mengajak para wanita untuk berdansa,” tuturnya.

“Sekali lagi saya sangat mencintai rakyat Indonesia, termasuk rakyat Makassar dan di Makassar saya pada waktu datang, 7 jam menghabiskan waktu untuk memberikan bantuan hukum kepada para pengais keadilan yang semuanya adalah warga Makassar. Sekali lagi saya minta maaf,” tutupnya. (*)