Veteran Utara Ditertibkan, Pedagang Pasar Kalimbu Direlokasi Gratis ke Terminal Mallengkeri

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kecamatan Bontoala mulai melakukan penataan dan penertiban aktivitas pedagang kaki lima (PK5), khususnya pedagang bongkar muat dan penjual sayur mayur di kawasan Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara, Kota Makassar.

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan mengurangi kemacetan di jalur tersebut.

Camat Bontoala Patahulla menegaskan bahwa penataan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis, setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi dan pemberian batas waktu kepada para pedagang.

“Proses ini sudah melalui tahapan sosialisasi. Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan dan batas waktu untuk relokasi,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga : Kuasai Fasum Puluhan Tahun, 8 Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Sentra Baru

Ia menjelaskan, seluruh aktivitas bongkar muat dan perdagangan di sepanjang Jalan Veteran Utara kini dialihkan ke Terminal Mallengkeri secara gratis sebagai bagian dari program penataan ruang kota.

Batas waktu relokasi telah berakhir pada 21 Mei 2026. Pemerintah memastikan tidak ada lagi aktivitas jual beli maupun bongkar muat di lokasi lama.

“Kami tegaskan mulai malam ini tidak ada lagi aktivitas di Veteran Utara. Semua sudah dialihkan ke Mallengkeri,” tegasnya.

Penataan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi Pemerintah Kota Makassar terkait penertiban kawasan Pasar Kalimbu.

Aktivitas pasar tumpah yang sebelumnya berlangsung mulai malam hingga pagi hari dinilai kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan.

Pemerintah juga menyiapkan langkah penegakan aturan bagi pedagang yang masih melanggar, termasuk tindakan penertiban oleh tim terpadu.

Baca Juga : 16 Lapak di Fasum Barawajah Ditertibkan, Akses Jalan Samping Tol Kembali Lancar

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam proses relokasi. Terminal Mallengkeri disebut telah siap menampung para pedagang dengan fasilitas yang telah dibenahi, termasuk area parkir, penerangan, dan sistem penataan lapak.

Berdasarkan data pengelola terminal, sekitar 140 pedagang telah mendaftar untuk menempati lokasi baru tersebut.

Pada tahap awal relokasi, pemerintah juga memastikan tidak ada pungutan biaya bagi pedagang sebagai bentuk dukungan masa transisi.

Pemerintah Kecamatan Bontoala berharap relokasi ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi penataan kota dan keberlangsungan usaha para pedagang di lokasi yang lebih tertib dan layak. (*)

Komentar