Pertarungan Capres 2024 Di Empat Isu: Dari Pecinta Buku, Pindah Ibukota Hingga Medsos

-000-

𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮 : 𝗜𝗯𝘂𝗸𝗼𝘁𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 (𝗜𝗞𝗡)

Pemerintah dan DPR-RI telah menyetujui Undang – Undang Ibukota Negara (IKN) yang akan memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Seberapa besar publik yang pernah mendengar hal tersebut?

Ternyata, mayoritas publik (64.3%), pernah mendengar isu tersebut. Sebanyak 28.1% menyatakan belum pernah mendengar.

Jika ditanya setuju atau tidak setuju perpindahan ibukota negara, publik yang setuju dan tidak setuju terpaut tipis sebesar 3.6% saja.

Publik yang sangat/cukup setuju terhadap perpindahan Ibukota negara sebesar 47.3%. Publik yang kurang setuju/tidak setuju sama sekali sebesar 43.7%.

Berbagai hal dikemukakan publik terkait alasan persetujuan ataupun ketidaksetujuan terhadap perpindahan IKN.

Alasan itu antara lain: mengurangi beban Jakarta dan Jabodetabek yang sudah padat penduduknya. Juga alasan yang dikemukakan, mereka setuju karena itu mendorong pemerataan dan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Sebaliknya, Jakarta masih layak menjadi Ibukota dan pemborosan anggaran, merupakan dua alasan tertinggi publik tidak setuju pemindahan ibukota.

𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙪 𝙄𝙆𝙉 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙞𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙥𝙧𝙚𝙨 𝙥𝙞𝙡𝙞𝙝𝙖𝙣?

Publik yang setuju pindah ibukota (47.3%), capres pilihan tertinggi yaitu Prabowo sebesar 39.3%. Diikuti Ganjar sebesar 37.7%. Kemudian Anies sebesar 14.0%. Dalam segmen pemilih yang setuju pindah ibukota, Prabowo menang.

Publik yang tidak setuju pindah ibukota (43.7%), capres pilihan tertinggi yaitu Anies Baswedan sebesar 34.3%. Diikuti oleh Ganjar sebesar 32.5%. kemudian Prabowo 24.9%. di Publik yang tak setuju pindah ibukota, Anies menang.