Siswi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Raih 3 Gelar Dalam Anugerah Duta Siswa Indonesia

Selama dikarantina, Nashifa mengikuti serangkaian aktivitas penilaian meliputi forum grup diskusi, seminar, pentas seni, debat, dan wawancara dengan dewan juri. Kegiatan ini menggambarkan tema besar yang ditetapkan panitia yaitu “Berprestasi Untuk Membangun Negeri”.

Kepala SMA Muhi Drs. H. Herynugroho, M.Pd mengaku sangat bangga atas prestasi ini. Menurutnya, prestasi ini merupakan prestasi sangat perlu disyukuri dimana Nashifa berhasil mengalahkan ribuan pesaing dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Indonesia. Menurutnya, siswa SMA Muhi dalam prosesnya telah dibekali dengan 3 kemampuan pengembangan SDM sesuai dengan kebutuhan global.

Kemampuan itu adalah : kemampuan penempatkan keterampilan yang dimilikinya secara tepat dengan berbasis teknologi, kemampuan diseminasi pengetahuan dan inovasi, serta kemampuan mengembangkan bakat untuk berkompetisi secara global.

Pada bidang inovasi pembelajaran, sejak tahun 2021 sekolah telah menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris bersama Teachcast With Oxford yang membantu siswa untuk belajar komunikasi bahasa Inggris. Pada tahun ajaran 2022/2023 SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta juga telah bekerjasama dengan ACT Educations Solutions Limited (ACT) International untuk melaksanakan program Global Assessment Certificate (GAC). Program GAC ini membekali peserta didik dengan kualifikasi masuk 100 perguruan tinggi di dunia.

“Alhamdulillah di SMA Muhi selain belajar ilmu pengetahuan dan teknologi peserta didik juga mendapatkan ilmu agama dan akhlak yang baik sebagai seorang muslim. Prestasi Nashifa ini adalah salah satu bukti keberhasilan sekolah dalam mengembangkan prestasi peserta didik” pungkas Herynugroho. (*)