Sulap Liburan jadi Cuan, airasia Super App dan Fotografer Perjalanan Barry Kusuma Bagikan Teknik Pembuatan Video Travelling Viral

  1. Siapkan perlengkapan penunjang sederhana

Umumnya, para kreator konten akan menggunakan sejumlah perlengkapan profesional untuk proses pengambilan footage video. Bagi Anda para pemula, tak perlu merasa berkecil hati. Nyatanya, Barry Kusuma hanya menyarankan sejumlah peralatan sederhana, seperti tripod mini ataupun stabilizer untuk mendapatkan gerakan video yang lebih stabil. Sebab, memperbesar sorotan objek dengan fitur zooming akan menurunkan kualitas video. Selain itu, Anda juga bisa mempersiapkan lampu portabel LED yang dapat disisipkan pada sisi smartphone untuk mengurangi bintik noise dari video yang diambil.

  1. Riset tren dan destinasi yang dituju untuk menentukan angle konten

Jika Anda menginginkan kualitas video yang dapat menarik perhatian warganet, maka perlu mempertimbangkan isi dari konten yang ditampilkan. Untuk itu, Barry Kusuma sangat menganjurkan bagi para kreator konten pemula untuk memperbanyak riset tentang tren wisata, terutama yang berkaitan dengan destinasi yang akan dituju.

“Konten hidden gems yang belum banyak diketahui orang sangat laku dicari oleh netizen. Contoh tipe konten lain yang memiliki nilai jual tinggi adalah kuliner lokal autentik dan ramah kantong. Dengan mengeksplorasi sudut-sudut yang belum banyak terjamah wisatawan, kita bisa mendapatkan angle konten yang lebih unik, juga secara tidak langsung berkontribusi dalam mendukung kunjungan pariwisata dan ekonomi lokal setempat,” tutur Barry. 

Inspirasi untuk Anda yang sedang merencanakan liburan dan berburu hidden gems di destinasi wisata, nikmati sederet promo menarik dalam kampanye Super App Super Sale sampai 26 Februari 2023:

  1. Perhatikan mode pengaturan kamera

Sudah siap untuk mengumpulkan koleksi footage? Sebelumnya, Anda harus mengetahui rahasia pamungkas dari Barry Kusuma yang satu ini. Ia membeberkan kunci dari sebuah video agar terlihat cinematic adalah menggunakan mode pengaturan resolusi 4K, dengan laju kecepatan bingkai 60 fps (frame per second). Sebaiknya, pengambilan video pada setiap objek atau frame berdurasi minimal 8-10 detik untuk mempermudah proses menyunting. Anda juga dapat mengombinasikan variasi sudut pengambilan video, seperti widelens, medium shoot, hingga close up. Jangan lupa, perhatikan posisi pengambilan footage, baik secara vertikal ataupun horizontal sesuai dengan jenis konten yang hendak diunggah. 

baca juga : airasia Super App Perluas Portofolio dengan Menggandeng Archipelago International

  1. Sentuhan terakhir dengan proses editing video 

Proses menyunting atau editing video ternyata juga butuh ketelatenan agar tampak mengalir. Menurut Barry, editing dengan backsound lagu yang sedang populer di media sosial sangat berpengaruh besar dalam menambah angka viewers dan kemungkinannya untuk viral. Tips lainnya, pria yang mengawali karir sebagai kontributor foto majalah pariwisata ini juga menyarankan maksimal durasi setiap frame yang ditampilkan tidak lebih dari tiga detik, serta menggunakan transisi untuk memastikan perpindahan frame yang lebih ciamik. Berbicara soal proses editing video, Barry sendiri menggunakan sejumlah aplikasi yang dapat diunduh melalui smartphone. Jika Anda telah merampungkan proses editing, simpan hasil video dalam format resolusi 1080 Full HD.

Itulah empat teknik ala Barry Kusuma untuk pembuatan video travelling yang dapat menarik banyak viewers tinggi hingga viral di media sosial. Segera rencanakan liburan produktif Anda dengan promo kampanye Super App Super Sale hingga 26 Februari 2023.  

Pantau terus informasi terbaru dari airasia Super App dengan mengikuti akun Instagram @airasiasuperapp.id, dan unduh aplikasi airasia Super App sekarang di Apple App Store dan Google Play Store.