Wakil Wali Kota Makassar Ajak Semua Sektor Bersatu, Makassar Perkuat Perlawanan HIV, TBC dan Malaria

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM).

Hal tersebut disampaikan Aliyah saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Penanggulangan ATM Bersumber Anggaran Dana Kelurahan yang digelar Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) di Graha Pena Makassar, Senin (14/9/2026).

Aliyah mengatakan, penanggulangan ketiga penyakit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, puskesmas, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga akademisi.

Menurutnya, dukungan anggaran kelurahan perlu dioptimalkan untuk kegiatan edukasi, pencegahan, deteksi dini, pendampingan pasien serta peningkatan akses pelayanan kesehatan.

baca juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri HUT ke-48 FKPPI, Serukan Penguatan Soliditas dan Pengabdian

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas anggaran agar setiap alokasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan satu suara, satu data dan satu anggaran agar penanggulangan ATM berjalan efektif,” tegas Aliyah.

Ia berharap forum kemitraan tersebut menghasilkan langkah konkret, terutama dalam menyatukan program dan pembiayaan melalui APBD, DAK maupun sumber pendanaan lainnya.

Sementara itu, Ketua ADINKES Sulawesi Selatan, M. Ishak Iskandar, menilai kemitraan lintas sektor menjadi kunci karena persoalan HIV, TBC dan malaria juga berkaitan dengan faktor sosial, lingkungan, perilaku dan ekonomi.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Jajaki Kerja Sama Makassar–Jepang di KBRI Tokyo

Ia berharap forum tersebut menjadi ruang aksi bersama, bukan sekadar koordinasi, sehingga program pencegahan dan penanganan benar-benar menjangkau masyarakat.

Program Koordinator RSSH ADINKES Sulsel, Raden Muliati, menambahkan bahwa anggaran kelurahan dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, penguatan kader dan deteksi dini.

Pertemuan ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target Ending AIDS, TBC dan Malaria 2030.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, jajaran ADINKES Sulsel, perwakilan Bappeda, 11 kepala UPTD Puskesmas, camat, lurah, serta organisasi masyarakat dan komunitas kesehatan. (*)