827 Murid Meriahkan OMI Maros 2026, Naik Signifikan dari Tahun Lalu

MAROS, KORANMAKASSAR.COM — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Maros 2026 resmi digelar dengan partisipasi yang meningkat signifikan. Sebanyak 827 murid dari madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Maros ambil bagian dalam kompetisi sains dan keagamaan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, saat membuka kegiatan mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan berkompetisi secara sehat.

“Kepada seluruh anak-anakku, baik madrasah negeri maupun swasta, tolong bersaing dengan sehat. Keluarkan kemampuan yang ada, karena yang terbaik akan mewakili Kabupaten Maros ke tingkat provinsi bahkan hingga tingkat nasional,” ujar Nur Halik, Senin (7/9/26).

Ia juga mengapresiasi madrasah dan para guru yang telah mendorong partisipasi peserta hingga mencapai 827 murid.

Baca Juga : Afiqah Nur Rahmah Juara 1 OBA Sulsel, Siswa MIS Nahdlatul Ulum Maros Melaju ke Nasional

“Terima kasih kepada madrasah dan para guru yang telah menghadirkan 827 peserta. Mudah-mudahan pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Maros berlangsung lancar,” katanya.

Ketua panitia, Muhammad Ma’lum, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat cukup tajam dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tingkat partisipasi peserta meningkat. Tahun lalu sekitar 500 peserta, sekarang mencapai 827 murid,” ungkapnya.

Adapun peserta berasal dari berbagai jenjang dan bidang lomba. Untuk tingkat MI, tercatat 62 peserta Matematika dan 62 peserta IPAS.

Pada tingkat MTs, terdiri dari 99 peserta Matematika, 97 IPA, dan 96 IPS.

Sementara tingkat MA meliputi 80 peserta Matematika, 63 Biologi, 60 Fisika, 61 Kimia, 69 Ekonomi, dan 78 Geografi.

Baca Juga : BAZNAS dan Disdik Enrekang Salurkan Beasiswa Rp29,25 Juta untuk 125 Siswa

Dengan demikian, total peserta OMI tingkat Kabupaten Maros 2026 mencapai 827 murid.

Sekretaris panitia, Zainal Idrus, menambahkan bahwa kegiatan dipusatkan di MI Al-Markaz Al-Islami Maros dan berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026.

Pelaksanaan kompetisi menggunakan enam ruang kelas, dengan masing-masing ruangan diisi sekitar 30 peserta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menjadi ajang penjaringan talenta terbaik yang akan mewakili Maros pada tingkat selanjutnya. (rls)

Komentar