Pemadaman Listrik di Sumatera Picu Sorotan, Proyek 500 kV Dinilai Lambat

MEDAN, KORANMAKASSAR.COM – Pemadaman listrik massal yang kembali terjadi di Pulau Sumatera pada Mei 2026 memicu sorotan terhadap ketahanan sistem kelistrikan nasional, khususnya jaringan transmisi yang dinilai masih rentan terhadap gangguan.

PT PLN (Persero) sebelumnya menjelaskan bahwa gangguan bermula dari terputusnya transmisi 275 kV di wilayah Muara Bungo, Jambi, yang kemudian berdampak berantai hingga melumpuhkan sejumlah pembangkit dan sistem kelistrikan di sebagian besar wilayah Sumatera.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini menunjukkan bahwa struktur jaringan listrik di Sumatera masih bergantung pada sistem 275 kV yang belum memiliki cadangan memadai.

Padahal, solusi penguatan melalui pembangunan jaringan transmisi 500 kV Muara Enim–Aur Duri telah lama direncanakan sebagai penguat utama sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Baca Juga : Krisis Pasokan Batubara Mengkhawatirkan, Sistem Kelistrikan Jamali Dilaporkan Defisit Daya

Namun, proyek strategis tersebut hingga kini masih berada pada tahap perencanaan dan pengadaan, meski telah digaungkan sebagai prioritas dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai percepatan realisasi proyek infrastruktur kelistrikan yang dinilai krusial untuk mencegah gangguan berulang.

Pihak pengamat energi menilai, keterlambatan penguatan jaringan transmisi berpotensi membuat sistem tetap rentan terhadap gangguan tunggal (single point of failure), meskipun kapasitas pembangkit di Sumatera dinilai telah mencukupi kebutuhan beban listrik.

Selain itu, beberapa pihak juga menyoroti pentingnya transparansi data keandalan sistem dan percepatan investasi pada infrastruktur transmisi agar tidak terjadi ketimpangan antara kapasitas produksi listrik dan kemampuan penyalurannya.

Di sisi lain, catatan pemulihan pascagangguan di beberapa wilayah sebelumnya juga menjadi perhatian publik, terutama terkait kecepatan pemulihan layanan dan akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga : Sorotan Kinerja PLN Menguat, Isu Investasi Pembangkit dan Transparansi Layanan Jadi Perdebatan

Hingga saat ini, belum ada keterangan tambahan terkait perkembangan terbaru proyek 500 kV tersebut maupun evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatera pasca pemadaman massal.

Pemerhati energi menekankan perlunya langkah korektif yang lebih cepat dan terukur agar keandalan sistem kelistrikan nasional tetap terjaga, mengingat listrik merupakan infrastruktur vital bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dan PLN dalam mempercepat penguatan jaringan transmisi serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)

Komentar