MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Bank Sampah Unit (BSU) Gembira Ria RW 06, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar, di mana mulai 1 Agustus mendatang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang hanya akan menerima sampah residu.
Lurah Karuwisi, Hendra, S.Sos, mengatakan pengelolaan bank sampah di wilayahnya terus diperkuat melalui kolaborasi bersama para Ketua RT dan RW.
Saat ini, seluruh 10 RW di Kelurahan Karuwisi telah memiliki Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif melayani masyarakat.
Menurutnya, setiap BSU telah memiliki puluhan nasabah dan rutin melakukan penimbangan sampah setiap bulan hingga mencapai ratusan kilogram.
Baca Juga : Menuju Makassar Bebas Sampah 2029, Melinda Aksa Ajak RT/RW Pimpin Perubahan
Program tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah yang selama ini dikirim ke TPA Tamangapa Antang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber.
Salah satu yang menunjukkan perkembangan positif adalah BSU Gembira Ria RW 06. Pada kegiatan penimbangan yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026, bank sampah tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 304 kilogram sampah anorganik dari para nasabah.
Direktur BSU Gembira Ria, Haliah, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah dan menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Sekretaris BSU Gembira Ria, Nurliah, mengungkapkan jumlah nasabah mengalami peningkatan signifikan sejak pengurus RT/RW dilantik sebagai bagian dari Pemerintah Kota Makassar pada Januari 2026. Dari semula hanya lima nasabah, kini BSU Gembira Ria telah memiliki 42 nasabah aktif.
Bendahara BSU Gembira Ria, St. Nurbaya Rustam, menjelaskan bahwa di wilayah RW 06 terdapat sekitar 140 rumah dengan lebih dari 100 rumah tangga aktif menghasilkan sampah setiap hari, baik organik maupun anorganik. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 rumah telah menjadi nasabah aktif bank sampah.
“Kami berharap jumlah ini terus bertambah sehingga semakin banyak sampah yang dapat dikelola sejak dari sumbernya dan tidak berakhir di TPA,” ujarnya.
Baca Juga : Sekda Makassar Minta Lurah Kreatif Manfaatkan Dana Kelurahan Kelola Persampahan
Ketua RW 06, Faisal M. Alulu, mengatakan wilayah yang dipimpinnya terdiri atas lima RT, yakni RT 01 dipimpin St. Nurbaya Rustam, RT 02 dipimpin Nurliah, RT 03 dipimpin Haliah, RT 04 dipimpin Nurhayati, dan RT 05 dipimpin Sri Rahayu.
RW 06 memiliki sekitar 830 jiwa dengan 236 kepala keluarga yang menempati sekitar 140 rumah.
Menurut Faisal, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah lingkungan dan masyarakat untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah.
“Kami terus mengajak seluruh warga agar berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah dari rumah masing-masing dan bergabung menjadi nasabah Bank Sampah Unit Gembira Ria. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar pula kontribusi kita dalam mengurangi sampah yang masuk ke TPA dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta sehat,” tutupnya. (Faisal M)


Komentar