Aksi Protes Krisis Air di PDAM Palopo Ricuh, Panglima Besar GAM Kecam Dugaan Tindakan Represif

PALOPO, KORANMAKASSAR.COM – Aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya di Kantor Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo berujung ricuh.

Demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang dinilai merugikan masyarakat, sementara tagihan pembayaran tetap berjalan meski distribusi air tidak lancar.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Air Tidak Mengalir dan Pembayaran Terus Mengalir”. Mereka menyampaikan dua tuntutan utama, yakni evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan kinerja PDAM Palopo serta pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak krisis air bersih.

Aksi yang awalnya berlangsung tertib dengan penyampaian orasi secara bergantian itu kemudian memanas. Berdasarkan keterangan pihak GAM, kericuhan dipicu dugaan tindakan represif terhadap massa aksi yang kemudian melibatkan sejumlah orang berseragam dinas PDAM.

Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda, GAM Makassar Desak Pemerintah Tangani Karhutla dan Copot Menhut

Menanggapi kejadian tersebut, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, mengecam keras dugaan tindakan represif terhadap para demonstran. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

“Tindakan represif dalam aksi unjuk rasa di PDAM Kota Palopo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan menyampaikan pendapat sekaligus mencederai nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Fajar juga mempertanyakan minimnya pengawalan aparat kepolisian selama aksi berlangsung. Menurutnya, kehadiran polisi diperlukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan terhindar dari bentrokan.

Baca Juga : GAM Makassar Desak Presiden Prabowo Tuntaskan Karhutla Sebelum ke Sulsel

Ia menegaskan, GAM akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindakan represif agar dimintai pertanggungjawaban.

“Kami sesama kader GAM memiliki ikatan persaudaraan dan komitmen perjuangan. Ketika salah satu kader mengalami tindakan represif saat memperjuangkan hak masyarakat, itu menjadi tanggung jawab bersama. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tutup Fajar.

GAM berharap persoalan krisis air bersih di Kota Palopo segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, termasuk evaluasi pelayanan PDAM agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. (*)

Komentar