DFFS, Kerjasama Pemerintah Belanda, Pemerintah Kabupaten Enrekang dan UNIMEN Resmi Ditutup MB

Dr. Bert Melief menyampaikan bahwa upaya tim DFFS dalam melibatkan petani dalam sejak dalam proses desainnya merupakan proses pelibatan partisipasi masyarakat yang sesungguhnya.

Dia mengapresiasi keterbukaan tim DFFS untuk mengakui adanya tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses pengembangan DFFS karena dengan demikian kita dapat memperoleh pembelajaran berharga.

Namun lebih lanjut Dr. Bert Melief menyarankan agar kedepan proyek DFFS Enrekang dapat melibatkan mahasiswa karena ada banyak sekali potensi yang dapat dikontribusi oleh mahasiswa dalam DFFS ini.

“Dari Awal hingga akhir pelaksanaan DFFS, kita belajar banyak dalam proses pengembangannya, kedepan yang juga perlu di perhatikan adalah keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini,” tutur Dr. Bert Melief.

Menanggapi komentar dan saran tersebut, Rektor Unimen Dr. Drs. Yunus Busa M.Si menyampaikan, saat ini Unimen telah membentuk pusat studi CoSeLSe sebagai rumah bagi DFFS, sehingga proyek DFFS ini dapat diintegrasikan dengan mata kuliah di Unimen.

“Sebagai Langkah awal saat ini Unimen telah menyediakan mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang terintegrasi dengan proyek DFFS. Hal ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kontemporer abad 21 sehingga diharapkan setelah lulus nanti mereka mampu membangun kerjasama dengan pihak lain dan memiliki orientasi pembangunan yang berkelanjutan,” kata Rektor Unimen menanggapi.

baca juga : Pelatihan Tuntas, 26 Warga Langda Enrekang Miliki Sertifikat Keahlian Driver

Dr. Loes Witteveen, team Leader DFFS menyampaikan bahwa melalui pelatihan DFFS kita telah memperoleh banyak pembelajaran dan pengalaman berharga. Dan kesemuanya itu telah dikemas dengan rapi sebagai bekal untuk perjalanan selanjutnya.

Hal ini berarti bahwa semua pihak yang terlibat dalam kerjasama ini sepakat untuk melanjutkan DFFS ke tahap selanjutnya agar nantinya dapat memberi manfaat bagi petani dan lingkungan hidup.

“DFFS adalah sebuah cita-cita besar dan membutuhkan proses yang panjang. Pelatihan ini hanya merupakan langkah awal,” tegas Dr. Loes Witteveen.