Indy Hardono dari Nuffic Neso, menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari DFFS Enrekang. Dia sangat mengapresiasi dukungan dan kepemimpinan Bupati serta semangan tim DFFS dalam mensukseskan proyek ini.
“Saya sangat berharap dan menyarankan agar proyek ini tidak berhenti sejalan dengan ditutupnya pelatihan,” harapnya.
Sementara perwakilan peserta pelatihan, M. Ikbar Ashadi dari Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura menyampaikan, melalui pelatihan DFFS, mereka menemukan kesadaran baru mengenai Teknik-teknik dan pendekatan dalam penyuluhan pertanian.
“Ada rasa haru dan bangga bagi kami ketika melihat hasil-hasil kerja kami selama pelatihan saat telah menjelma menjadi sebuah Aplikasi DFFS. Mengingat proses panjang yang kami lalui dengan berbagai tantangan seperti koneksi internet dan kendala bahasa dalam mengikuti pelatihan DFFS secara online,” ungkap Ikbal.
Dia berharap setelah pandemic berlalu para ahli yang memjadi pembicara hari ini dapat berkunjung ke Enrekang dan dapat berinteraksi secara langsung dengan tim desain dan para penyuluh di Enrekang untuk proses pembelajaran yang lebih efektif.
Sejalan dengan usulan peserta pelatihan tersebut Bupati Enrekang Muslimin Bando berharap, kerjasama ini diperluas bukan hanya di bidang riset tapi juga dalam peningkatan kualitas pengajaran dan pemagangan.
“Program ini sungguh besar manfaatnya, banyak petani sangat terbantu dengan program kerjasama ini. Bukan hanya petani di Enrekang, bahkan semua petani di dunia, tapi petani Enrekang beruntung dengan adanya program ini. Terimakasih kepada semua yang telah terlibat,” puji MB.
baca juga : Perpusnas Press Umumkan Juara ILPN Wilayah Enrekang
Bupati juga mengusulkan kepada Nuffic Neso agar kiranya dibuka kerjasama penyelenggaraan Short Course bagi staff pemerintah daerah dan Unimen agar mereka mendapatkan mengajaran mengenai sains terapan terbaru seperti yang disampaikan oleh pembicara dalam seminar ini.
“Kita berharap, dengan kerjasama ini ada program lain yang bisa di kerjasamakan, semisal beasiswa kursus singkat di belanda. Lalu DFFS ini semoga bisa menjadi mata kuliah khusus di Unimen, seperti kita tau di Unimen ada prodi Agroteknologi dan Biokewirausahaan,” lanjutnya.
Dalam sambutan penutupnya, Bupati mengapresiasi kerjasama dengan institusi Belanda yang telah terjain baik selama ini. Pada akhir Acara MB menyerahkan sertifikat pelatihan tim DFFS Enrekang dan cinderamata kepada peserta pelatihan dengan tingkat partisipasi dan kinerja terbaik yaitu Mursalim Bagenda, Sutarjo Barrang dan Sunira Nasrul.
Turut hadir dalam kegiatan seminar ini perwakilan petani dari kecamatan Masalle bapak Aksi Mamile Paruac (ketua Gapoktan Mammesa desa Buntu Sarong), Faridah Ketua KWT Bersatu Bongli dan bapak Agus Salim.
Petani menyambut baik adanya initiatif DFFS yang dapat memberikan solusi kebutuhan petani akan informasi dan teknologi pertanian dan mengapresiasi upaya tim DFFS yang mengikutsertakan petani sejak awal DFFS ini dikembangkan. Petani berharap DFFS ini segera terwujud dan dapat dimanfaatkan oleh petani.(Humas Kominfo)

