dr. Nur Rahmi Pimpin PDS PatKLin Makassar, Dirut RSUD Daya Beri Apresiasi

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLin) Cabang Makassar resmi memiliki kepengurusan baru. dr. Nur Rahmi, M.Kes., Sp.PK., Subsp. EM.(K) terpilih sebagai Ketua PDS PatKLin Cabang Makassar periode 2025–2028.

Terpilihnya dr. Nur Rahmi mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, dr. A. Any Muliany, M.Kes.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya dr. Nur Rahmi sebagai Ketua PDS PatKLin Cabang Makassar periode 2025–2028. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, PDS PatKLin semakin jaya dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia kedokteran laboratorium di Indonesia,” ujar dr. Any Muliany, Jumat (26/6/26).

Perkuat Kolaborasi Melalui MCP PALM ke-10

Momentum pergantian kepemimpinan tersebut juga bertepatan dengan penyelenggaraan The 10th Maluku Celebes Papua Pathology and Laboratory Medicine (MCP PALM) Annual Meeting di Kota Makassar, 1–3 Juli 2026.

Baca Juga : RSUD Daya Jadi Rujukan, DPRD Jeneponto Studi Banding Tata Kelola Parkir

Forum ilmiah tahunan tersebut menjadi ruang bagi para dokter, klinisi, dan praktisi laboratorium untuk bertukar pengetahuan, memperbarui wawasan terkait perkembangan ilmu kedokteran laboratorium, serta memperkuat jejaring profesional.

Penyelenggaraan MCP PALM ke-10 sekaligus menunjukkan peran penting PDS PatKLin Makassar dalam mendorong pengembangan ilmu patologi klinik dan kedokteran laboratorium, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Penguatan kompetensi dan kualitas layanan laboratorium dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung diagnosis yang akurat serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru dan dukungan berbagai pihak, PDS PatKLin Cabang Makassar diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi, mengembangkan kompetensi anggota, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pelayanan kedokteran laboratorium di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur. (ADV)